Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SCI Desak Udang Lokal Dioptimalkan, Impor Jangan Jadi Andalan

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
SCI Desak Udang Lokal Dioptimalkan, Impor Jangan Jadi Andalan Doc: ANTARA FOTO/ Moch Asim
Ket. Ilustrasi - Udang vaname.

JAKARTA – Udang lokal menyimpan potensi ekonomi yang besar, namun pemanfaatannya masih perlu terus dioptimalkan agar memberikan nilai tambah lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Penguatan dari sisi produksi, kualitas, pengolahan, hingga akses pasar menjadi kunci agar komoditas tersebut tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat berkembang menjadi produk olahan bernilai tinggi.

Optimalisasi udang lokal sekaligus membuka peluang memperkuat industri perikanan, meningkatkan pendapatan pembudidaya, dan mendorong daya saing produk perikanan Indonesia.

Dewan Pakar Shrimp Club Indonesia (SCI) atau Perkumpulan Petambak Udang Indonesia (PPUI) Dr Hasanuddin Atjo meminta pemerintah mengoptimalkan udang lokal sebagai instrumen ekonomi nasional di tengah masuknya udang impor ke pasar nasional.

“Petambak dan pembudidaya udang Indonesia kembali menghadapi tekanan, setelah masuknya udang impor asal Ekuador ke pasar nasional,” kata DrHasanuddin Atjo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, masuknya produk tersebut memicu perhatian lantaran produksi udang dalam negeri sedang didorong untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan.

Persoalan impor menjadi sensitif bagi pembudidaya karena udang merupakan salah satu komoditas utama perikanan Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun, produksi udang mencapai sekitar 953 ribu ton pada 2021, kemudian meningkat menjadi sekitar 1,09 juta ton pada 2022, atau tumbuh sekitar 15 persen. Pada saat yang sama, udang menjadi komoditas ekspor terbesar sektor perikanan Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan besarnya basis produksi perikanan budi daya nasional. Pada 2021, produksi udang hasil budi daya tercatat sekitar 953.178 ton. Angka ini menjadi gambaran bahwa Indonesia memiliki kapasitas produksi yang besar dan sebenarnya memiliki modal kuat untuk memasok kebutuhan bahan baku industri dari dalam negeri.

Masuknya udang impor dengan harga yang lebih kompetitif memunculkan kekhawatiran terhadap penyerapan produksi tambak lokal. Bahkan, berkembang sinyalemen bahwa udang Ekuador tersebut merupakan produk yang sebelumnya ditolak masuk ke China karena terdeteksi senyawa metabisulfit yang digunakan sebagai bahan pengawet.

Hasanuddin Atjo yang juga pakar tambak udang menyoroti adanya impor udang dalam jumlah besar masuk di Jawa Timur dan jangan sampai udang dari negara lain masuk ke Indonesia menimbulkan penyakit lain.

"Misalnya membawa penyakit, kemudian bocor ke pasar dalam negeri karena bisa mengganggu stabilitas harga pasar," kata dia.

Ia menyebutkan juga mengatakan bila Harga Pokok Produksi (HPP) udang Ekuador dan India lebih rendah sekitar 1 dolar Amerika Serikat (AS) hingga 1,5 dolar AS per kilogram dibandingkan HPP udang Indonesia.

Menurut dia, selisih tersebut menjadi tantangan besar bagi petambak nasional yang harus menanggung biaya pakan, listrik, logistik, BBM, serta berbagai kebutuhan produksi lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Menara Kembar Petronas Dise...
Megapolitan
Kasus Kekerasan Seksual di ...

Harga Garam Anjlok saat Kemarau

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Harga Garam Anjlok saat Kem...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.