Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pajak Minimum Global Berlaku, Kemenkeu Kaji Ulang Insentif Investasi

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pajak Minimum Global Berlaku, Kemenkeu Kaji Ulang Insentif Investasi Doc: Istimewa.
Ket. Kantor kementerian keuangan (kemenkeu).

JAKARTA – Penerapan pajak minimum global atau Global Minimum Tax (GMT) menandai perubahan penting dalam lanskap perpajakan internasional.

Kebijakan ini dirancang untuk mendorong perusahaan multinasional membayar pajak pada tingkat minimum di negara tempat mereka beroperasi, sekaligus merespons praktik persaingan tarif pajak yang berpotensi menggerus basis penerimaan negara.

Bagi Indonesia, implementasi GMT membawa tantangan sekaligus peluang, terutama dalam menjaga daya saing investasi, memastikan kepastian aturan perpajakan, dan mengoptimalkan penerimaan negara di tengah perubahan sistem pajak global.

Kementerian Keuangan mengkaji penyesuaian skema insentif pajak menyusul penerapan pajak minimum global atau Global Minimum Tax (GMT) dengan tarif pajak minimum efektif sebesar 15 persen.

“Insentif harus selaras dengan perkembangan internasional. Harus relevan dengan struktur dan dinamika aturan yang saat ini berlaku, seperti GMT,” kata Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Perpajakan Yon Arsal dalam International Tax Conference 2026 di Jakarta, Rabu (16/9).

Dia menjelaskan GMT mengubah manfaat sejumlah fasilitas perpajakan bagi perusahaan multinasional.

Menurut dia, keberadaan tarif pajak efektif minimum membuat ruang pemberian insentif berbasis pengurangan tarif pajak menjadi lebih terbatas.

Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan dalam penerapan tax holiday dan tax allowance yang selama ini banyak digunakan untuk menarik investasi.

“Sekarang Indonesia, sebagaimana banyak negara berkembang lainnya, dipaksa untuk memikirkan berbagai pilihan skema insentif pajak lainnya,” ujarnya menambahkan.

Ia menyebut sejumlah instrumen seperti hibah tunai (cash grant) dan kredit pajak (tax credit) dapat menjadi alternatif yang perlu dipertimbangkan agar kebijakan insentif tetap sesuai dengan perkembangan aturan pajak internasional.

Selain menyesuaikan dengan ketentuan internasional, Yon juga mengatakan desain insentif pajak perlu tetap relevan dengan perubahan struktur ekonomi dan industri.

Dia menuturkan kebijakan insentif yang baik setidaknya perlu memenuhi empat prinsip, yakni selaras dengan perkembangan aturan internasional, relevan secara strategis, diberikan secara tepat waktu dan tepat sasaran dengan batas waktu tertentu, serta dievaluasi secara berkelanjutan.

Pemerintah juga perlu memastikan perubahan skema insentif tetap mampu menarik investasi produktif tanpa mengabaikan kebutuhan menjaga penerimaan negara.

“Di satu sisi kita menghadapi persoalan bagaimana menarik investasi produktif. Di sisi lain, dalam menggunakan insentif, kita juga harus melindungi penerimaan pemerintah,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Sekelas Letkol Main Judol di Rumah Dinas, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Megapolitan
Pejabat Diduga Minta Uang B...

Pulogadung-Kelapa Gading Tahun Depan Akan Tembus  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pulogadung-Kelapa Gading Ta...

Jaga Keamanan Negara Mulai dari Kawasan Perbatasan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jaga Keamanan Negara Mulai ...

Dua Pembunuh Wanita Ditangkap, Tempat Kos Tak Lagi Aman?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Dua Pembunuh Wanita Ditangk...
Daerah
Saatnya Berbondong-bondong ...
Advertisement
Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.