Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah Tipis-tipis, Investor Menunggu Sinyal dari FOMC

4 Rabu, 16 Sep 2026, 17:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah Tipis-tipis, Investor Menunggu Sinyal dari FOMC Rupiah Hari Ini Melemah Tipis-tipis, Investor Menunggu Sinyal dari FOMC Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi-Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Rupiah bergerak relatif datar seiring pelaku pasar memilih wait and see menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Sikap hati-hati tersebut mencerminkan investor yang menahan posisi sambil mencermati arah kebijakan suku bunga AS, mengingat keputusan The Fed dapat memengaruhi pergerakan dolar AS, arus modal, dan tekanan terhadap mata uang emerging market.

Dalam kondisi ketidakpastian global, ruang gerak rupiah pun cenderung terbatas hingga pasar memperoleh sinyal yang lebih jelas dari hasil pertemuan FOMC.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (16/9), bergerak melemah 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.696 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.694 per dolar AS.

Analis Doo Financial Lukman Leong menyatakan pergerakan rupiah yang datar seiring sikap wait and see investor jelang pertemuan FOMC.

“Rupiah ditutup datar di tengah menurunnya / koreksi pada indeks dolar AS, imbal hasil obligasi AS dan harga minyak mentah dunia. Investor cenderung wait and see menantikan hasil rapat FOMC malam ini yang diperkirakan menaikkan suku bunga pertama kalinya sejak Juli 2023,” ucapnya di Jakarta.

Anadolu melaporkan bahwa The Fed berpotensi kuat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) dalam FOMC. Sebelumnya, Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap di kisaran pada pertemuan bulan Juli 2026.

Menurut dia, indeks dolar AS, obligasi AS, dan harga minyak mentah dunia yang mengalami koreksi merupakan hal wajar menjelang agenda-agenda tertentu yang diantisipasi oleh investor.

“Koreksi wajar menjelang event yang diantisipasi, seperti adjustment (penyesuaian), profit taking (aksi ambil untung, bargain hunting (aksi berburu instrumen keuangan yang harganya telah turun tajam dengan harapan akan kembali naik),” ungkap Lukman.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.712 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.687 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.