Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uni Eropa Buka Peluang Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

29 Rabu, 16 Sep 2026, 17:50 WIB | Oleh:
Uni Eropa Buka Peluang Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama Uni Eropa Buka Peluang Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama Doc: Anadolu Agency
Ket. Uni Eropa membuka peluang bagi Kanada untuk menjadi "anggota asosiasi" pertama blok tersebut di tengah meningkatnya tantangan geopolitik dan ekonomi global. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan usulan itu dalam pidato kenegaraan 2026 di hadapan Parlemen Eropa pada Rabu (16/9).

JAKARTA - Uni Eropa membuka peluang bagi Kanada untuk menjadi "anggota asosiasi" pertama blok tersebut di tengah meningkatnya tantangan geopolitik dan ekonomi global. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan usulan itu dalam pidato kenegaraan 2026 di hadapan Parlemen Eropa pada Rabu (16/9).

Von der Leyen mengatakan Uni Eropa perlu menata kembali hubungan dengan negara-negara mitra yang memiliki pandangan serupa, termasuk Kanada. Ia juga mengusulkan peningkatan hubungan dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney melalui bentuk kemitraan baru yang lebih erat.

"Saya ingin bekerja sama dengan Anda untuk membuka pintu bagi Kanada agar menjadi anggota asosiasi pertama Uni Eropa," kata von der Leyen dalam pidatonya.

Usulan tersebut menjadi bagian dari rencana Uni Eropa untuk memperdalam kerja sama dengan mitra di sejumlah sektor strategis. Bidang yang menjadi perhatian mencakup energi, mineral penting, baterai, kecerdasan buatan, teknologi kuantum, keamanan siber, hingga keamanan ekonomi.

Status "anggota asosiasi" yang ditawarkan kepada Kanada akan menjadi bentuk hubungan baru antara Uni Eropa dan negara yang bukan bagian dari blok tersebut. Namun, von der Leyen belum menjelaskan secara rinci mengenai hak, kewajiban, maupun mekanisme kelembagaan yang akan diterapkan jika skema tersebut direalisasikan.

Menurut von der Leyen, Uni Eropa perlu memperkuat akses terhadap bahan baku penting sekaligus meningkatkan kemandirian energi dan kemampuan teknologi. Pada saat yang sama, kerja sama dengan negara-negara yang dianggap sebagai mitra terpercaya tetap diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang berkembang.

Ia menyebut Eropa sedang menempuh jalur yang lebih mandiri dengan memperkuat kemampuan untuk melindungi kepentingannya sendiri. Langkah tersebut mencakup upaya memperkuat pertahanan, mengamankan pasokan energi, serta menjaga kepentingan ekonomi di tengah perubahan situasi global.

Dalam pidatonya, von der Leyen juga menyebut pemulihan dan penguatan ekonomi Eropa sebagai "prioritas nomor satu" Uni Eropa. Ia menyoroti kekuatan pasar tunggal, basis industri, tabungan masyarakat, serta mata uang Eropa, meskipun masih terdapat perbedaan dalam pasar modal, jaringan, dan daya beli antarnegara anggota.

Von der Leyen mengatakan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan politik mengenai peta jalan "satu Eropa, satu pasar". Ia menyerukan agar proses pembenahan pasar tunggal tersebut dapat diselesaikan paling lambat pada akhir 2027.

Selain itu, Uni Eropa berencana memperkuat konektivitas internasional melalui Koridor Tengah. Inisiatif tersebut akan menghubungkan kawasan Kaukasus Selatan dan Asia Tengah dengan pasar Eropa.

Persoalan energi juga menjadi perhatian utama dalam agenda yang disampaikan von der Leyen. Ia mengatakan Eropa tidak dapat mempertahankan kekuatan industrinya apabila harga energi tetap tinggi secara struktural.

Uni Eropa terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap gas Rusia melalui diversifikasi sumber pasokan. Investasi pada energi terbarukan dan tenaga nuklir juga disebut sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan energi Eropa.

Von der Leyen turut mendorong peningkatan elektrifikasi di berbagai sektor ekonomi. Ia mengatakan Uni Eropa menargetkan peningkatan dua kali lipat porsi listrik pada 2040.

"Singkatnya, mari kita jadikan masa depan Eropa bertenaga listrik. Ini suatu keharusan," ujarnya.

Dalam pidato yang sama, von der Leyen memperingatkan bahwa hubungan perdagangan Uni Eropa dengan China telah memasuki kondisi yang disebutnya sebagai "titik kritis". Ia menyebut defisit perdagangan Uni Eropa dengan China mencapai sekitar 1 miliar euro atau sekitar 1,1 miliar dolar AS setiap hari.

Uni Eropa, kata dia, masih berupaya melakukan dialog dengan Beijing untuk mencari keseimbangan dalam hubungan perdagangan. Namun, von der Leyen menegaskan dialog tersebut perlu menghasilkan langkah nyata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
UMKM

Kredit Menggunung, Tantangan UMKM Belum Tuntas

43 menit yang lalu | Muchamad Ismail

Ekonomi
Kredit Menggunung, Tantanga...
Megapolitan
Penertiban 17 Bangunan Liar...
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.