Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terduga Pelaku Tewas, Kasus Satu Keluarga WNA Australia Meninggal di Kuta Dihentikan

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 15:44 WIB | Oleh:
Terduga Pelaku Tewas, Kasus Satu Keluarga WNA Australia Meninggal di Kuta Dihentikan Doc: ANTARA/Rolandus Nampu
Ket. Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang (kiri) didampingi Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy memberikan keterangan terkait kematian satu keluarga WN Australia kepada wartawan saat ditemui di Mako Polda Bali, Denpasar, Bali, Selasa (15/9).

DENPASAR -- Polresta Denpasar menyiapkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus meninggalnya satu keluarga warga negara Australia di sebuah bungalow kawasan Legian Tengah, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang di Denpasar, Selasa, mengatakan penghentian penyidikan dilakukan karena orang yang diduga sebagai pelaku utama dalam kasus tersebut juga ditemukan meninggal dunia.

"Jadi terhadap kasus ini bahwa ada kasus pembunuhan dan bunuh diri. Terhadap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh SDJ, ini kita tindak lanjuti dan hasil-hasil bukti-bukti dan akan dilakukan gelar perkara untuk dilakukan SP3.," kata Leonardo saat ditemui awak media di Ruang Press Room Bid Humas Polda Bali, Selasa didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy.

Dalam kasus tersebut, tiga warga negara Australia ditemukan meninggal dunia pada Minggu (13/9/2026), masing-masing SDJ (57), serta dua anaknya berinisial ADS (10) dan LKS (3).

David menjelaskan berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV dan keterangan saksi, polisi menduga kuat SDJ membunuh kedua anaknya sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Dari rekaman CCTV, polisi menemukan petunjuk adanya suara anak laki-laki menjerit dari dalam kamar. Tidak lama kemudian, anak perempuan terlihat berlari keluar kamar, tetapi dikejar dan ditangkap oleh ayahnya sebelum dibawa kembali ke dalam kamar.

Polisi juga menemukan rekaman yang menunjukkan SDJ masuk ke gudang dan mengambil tali berwarna biru yang kemudian diduga digunakan untuk mengakhiri hidupnya.

Sebelum melakukan aksi tersebut, SDJ diduga sempat mengubah arah kamera CCTV sehingga rekaman tidak lagi mengarah ke lokasi kejadian.

Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah kedua anak juga menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan, khususnya pada bagian leher.

Sementara itu, kata Kapolresta Denpasar, pada tubuh SDJ ditemukan tanda biologis yang dinilai mendukung dugaan kematian akibat gantung diri.

Polisi juga telah meminta keterangan dari istri SDJ.

Dari keterangan tersebut diketahui hubungan rumah tangga pasangan itu mulai mengalami keretakan sejak 2022 dan sering terjadi cekcok.

Istri korban juga menyebut SDJ memiliki tingkat kecemasan yang tinggi dan pernah mencoba mengakhiri hidup sekitar satu bulan sebelum kejadian dengan menggunakan kabel. Upaya tersebut berhasil digagalkan oleh istrinya.

SDJ disebut tidak pernah menjalani pengobatan medis atas kondisi tersebut. Sementara itu, pada 10 September 2026, istrinya diketahui pulang ke rumah orang tuanya di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Nasional
TNI Harus Adaptif Hadapi  A...
Advertisement
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.