Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Suahasil Didesak Terbitkan Bea Keluar Batu Bara, Potensi Cuan Negara Rp353 T, Solusi Atasi Tekanan Fiskal

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 10:48 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menkeu Suahasil Didesak Terbitkan Bea Keluar Batu Bara, Potensi Cuan Negara Rp353 T, Solusi Atasi Tekanan Fiskal Doc: istimewa
Ket. Berdasarkan perhitungan SUSTAIN dengan menggunakan Harga Acuan Batu Bara (HBA) periode 2022-2024 dan kurs Rp15.000 per dolar AS, tambahan pungutan produksi batu bara berpotensi menambah penerimaan negara sebesar Rp84,5 triliun hingga Rp353,7 triliun per tahun

JAKARTA– Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, didesak untuk segera menerbitkan aturan bea keluar atas ekspor batu bara. Kebijakan ini dinilai krusial untuk keluar dari tekanan fiskal. Aturan tersebut diketahui beberapa kali tertunda di era Menteri Keuangan sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa.

Direktur Eksekutif Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan (SUSTAIN), Tata Mustasya, menilai bea keluar batu bara menjadi solusi paling viable untuk mengurangi beban berat anggaran akibat gejolak geopolitik global.

Menurutnya, batu bara termasuk komoditas yang menerima windfall profit karena harganya ikut terkerek naik akibat kenaikan harga minyak global dampak konflik di Timur Tengah yang semakin meluas.

"Batu bara termasuk komoditas yang menerima keuntungan besar karena harganya juga terkerek naik akibat kenaikan harga minyak global sebagai dampak konflik di Timur Tengah yang semakin meluas. Pengenaan bea keluar bisa menambah penerimaan negara cukup signifikan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (15/9).

Berdasarkan perhitungan SUSTAIN dengan menggunakan Harga Acuan Batu Bara (HBA) periode 2022-2024 dan kurs Rp15.000 per dolar AS, tambahan pungutan produksi batu bara berpotensi menambah penerimaan negara sebesar Rp84,5 triliun hingga Rp353,7 triliun per tahun.

Saat ini harga batu bara berada di level tinggi, sekitar 140 dolar AS per metrik ton, sehingga potensi penerimaan dari bea ekspor bisa lebih besar. Kenaikan harga minyak, kata dia, biasanya terjadi bersamaan dengan kenaikan harga batu bara sebagai barang substitusi.

Menurut SUSTAIN, penerimaan dari bea ekspor batu bara dapat digunakan untuk mendanai proyek energi surya 100 gigawatt (GW) yang baru diluncurkan pemerintah.

“Penerimaan negara dari bea ekspor bisa mendanai pengembangan grid dan akselerasi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Atap, khususnya untuk kelompok masyarakat yang berada di kategori Desil 5 dan 6,” kata Tata.

Kelompok masyarakat Desil 5 dan 6 dinilai sangat rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok yang belakangan ikut naik mengikuti lonjakan harga minyak global. Pengurangan biaya energi dinilai dapat meringankan beban ekonomi mereka.

SUSTAIN menilai PLTS Atap menjadi proyek yang paling mudah direalisasikan dalam mega proyek 100 GW. Data PLN terbaru menunjukkan 60 persen kapasitas energi surya terpasang saat ini berasal dari PLTS Atap.

“Pemerintah dan PLN perlu menerapkan insentif dan proses integrasi grid, serta menghapus pembatasan kuota pemasangan panel surya. Pemasangan PLTS Atap bagi kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah, Desil 5 dan 6, menjadi bagian penting untuk menghadirkan kemandirian dan keadilan energi,” tegas Tata.

Jaga "kesehatan" fiskal

Sementara itu, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmennya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara sekaligus memastikan APBN mampu mendukung program-program prioritas pemerintah. Hal itu disampaikan Suahasil usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9).

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ungkap Suahasil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Harga Cabai Rawit Rp99.550/Kg, Telur Ayam Rp31.550/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp99.550/...
Luar Negeri
Jaringan Kereta Api Belanda...
Luar Negeri
DPR AS Tolak Resolusi Pemak...
Advertisement
AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Korban Pungli Diganti Dua Kali Lipat
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.