Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

El Nino Mengintai, Suahasil Pastikan APBN Sudah Siapkan Anggaran

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
El Nino Mengintai, Suahasil Pastikan APBN Sudah Siapkan Anggaran Doc: ANTARA FOTO/ Sulthony Hasanuddin
Ket. Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

JAKARTA – Ancaman cuaca ekstrem  El Nino sejak beberapa bulan lalu menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi pemerintah karena berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan dan berdampak pada sektor pangan, air, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Kondisi tersebut menuntut kesiapan anggaran agar pemerintah dapat bergerak cepat ketika risiko mulai meningkat.

Penyediaan anggaran antisipasi El Nino pun tidak hanya diperlukan untuk penanganan dampak, tetapi juga untuk memperkuat langkah mitigasi, menjaga ketersediaan pangan dan air, serta melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan anggaran untuk mengantisipasi fenomena El Nino sudah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Alokasinya termasuk ke anggaran kebencanaan dalam APBN yang memiliki fleksibilitas untuk merespons berbagai situasi yang berkembang.

"Di dalam APBN 2026 telah ada anggaran yang memang disiapkan untuk bencana," ujar Suahasil usai menghadiri Sidang Paripurna Luar Biasa Ke-2 Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9).

Menurut dia, fleksibilitas anggaran diperlukan agar pemerintah dapat merespons berbagai situasi yang tak terduga, termasuk potensi bencana alam dan kekeringan akibat fenomena El Nino.

"Tentu fleksibilitas anggaran sangat diperlukan untuk memastikan bahwa anggarannya responsif terhadap situasi yang berkembang, situasi bencana alam, situasi kekeringan dan yang lainnya harus kita tangani," ujar Menkeu.

"Pressure dari berbagai macam kejadian yang tak terduga itu tentu harus kita tanggulangi untuk kebaikan masyarakat," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengungkapkan anggaran kebencanaan untuk 2026 dinaikkan secara signifikan menjadi Rp1,1 triliun menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Said, anggaran kebencanaan tersebut sebelumnya sebesar Rp494 miliar.

Ia mengatakan peningkatan anggaran itu akan terus diupayakan. Dari anggaran tersebut terdapat dana on call sebesar Rp256 miliar. Selain itu, terdapat Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp5 triliun untuk penanganan kebencanaan serta dana pooling insurance sebesar Rp14 triliun.

Pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
Daerah
Cegah Influenza, Pemerintah...
Advertisement
BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia

BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.