Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Utang Luar Negeri Juli 2026 Naik, RI Dibayangi Beban 454,8 Miliar Dollar AS

26 Selasa, 15 Sep 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Utang Luar Negeri Juli 2026 Naik, RI Dibayangi Beban 454,8 Miliar Dollar AS Utang Luar Negeri Juli 2026 Naik, RI Dibayangi Beban 454,8 Miliar Dollar AS Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A.
Ket. Pegawai menunjukan uang dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026).

JAKARTA – Kenaikan utang luar negeri perlu dicermati karena tidak hanya menyangkut bertambahnya kewajiban, tetapi juga meningkatkan kebutuhan pembayaran pokok dan bunga di tengah ketidakpastian global.

Jika pertumbuhan utang tidak diimbangi peningkatan produktivitas dan kapasitas ekspor, ruang fiskal serta ketahanan eksternal berpotensi semakin tertekan.

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 tumbuh sebesar 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) sehingga mencapai 454,8 miliar dolar AS, dengan rasio ULN terhadap PDB sebesar 30,7 persen.

Posisi ULN pada periode tersebut relatif stabil apabila dibandingkan dengan posisi pada Juni 2026 yang sebesar 454,5 miliar dolar AS.

"Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 tetap terjaga," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9).

Lebih lanjut, perkembangan ULN pada Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN publik di tengah penurunan ULN swasta.

Posisi ULN pemerintah pada Juli 2026 tercatat 218,4 miliar dolar AS atau tumbuh sebesar 3,2 persen (yoy).

Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia tetap terjaga.

Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara prudent, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal.

Sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif dengan tetap memperhatikan aspek sustainabilitas pengelolaan ULN.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,0 persen dari total ULN pemerintah); administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (20,7 persen); jasa pendidikan (16,2 persen); konstruksi (11,5 persen); serta transportasi dan pergudangan (8,5 persen).

Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang.

Di sisi lain, posisi ULN swasta pada Juli 2026 tercatat sebesar 194,5 miliar dolar AS atau mengalami kontraksi sebesar 1,2 persen (yoy).

Perkembangan tersebut didorong oleh ULN kelompok peminjam bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) dan lembaga keuangan (financial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 1,4 persen (yoy) dan 0,3 persen (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, posisi ULN swasta terutama berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian dengan pangsa mencapai 80,6 persen dari total ULN swasta. ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang.

Struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap PDB sebesar 30,7 persen pada Juli 2026 dan didominasi oleh ULN jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Kasus Narkoba di Kebon Jeru...

HBKB di Jakarta Selatan

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
HBKB di Jakarta Selatan
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.