BI Soroti Kredit UMKM, Bukan Cuma Naik tapi Harus Tepat Sasaran
📅 Jumat, 24 Jul 2026, 15:10 WIB | Oleh: Tim PenulisOleh sebab itu, tegas Destry, memberikan perhatian kepada UMKM bukan hanya berarti mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tetapi juga memperkuat daya tahan perekonomian nasional.
"Suatu negara itu akan mempunyai daya tahan kuat, kalau sumber pertumbuhan majority itu menjadi perhatian," kata Destry.
Ia juga menegaskan bahwa UMKM bukan sekadar penyumbang pertumbuhan ekonomi, melainkan juga menjadi nadi atau aliran darah perekonomian Indonesia.
Karena itu, penguatan sektor ini harus menjadi perhatian bersama BI, OJK, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, Destry mengakui UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses pembiayaan, kapasitas manajemen, adaptasi digital, hingga perluasan akses pasar.
Terkait akses pasar, ia menilai sebagian besar UMKM masih menghadapi keterbatasan dalam memperluas jangkauan pemasaran, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, apalagi menembus pasar ekspor.
"Saat ini, dari jumlah UMKM 64 juta-an, yang mampu ekspor hanya sekitar 15 persen dan itu pun untuk jenis-jenis tertentu," kata Destry.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, salah satu contoh UMKM yang relatif berhasil memperluas akses pasar adalah industri kopi. Kopi Indonesia telah dikenal luas di pasar internasional karena memiliki cita rasa yang beragam.
"Namun, jumlah barista bersertifikat maupun pelaku usaha kopi yang memenuhi standar internasional masih terbatas. Padahal, apabila ingin masuk ke pasar global, kualitas produk dan sumber daya manusianya juga harus terus ditingkatkan," kata Destry.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!