Uni Eropa Minta Ukraina Berbenah Berantas Korupsi
📅 Rabu, 20 Mei 2026, 19:53 WIB | Oleh: Deri Henriawan
MOSKOW - Para kepala kementerian keuangan dan bank sentral negara-negara Kelompok Tujuh (G7) menyerukan kepada Ukraina untuk menerapkan reformasi yang bertujuan memerangi korupsi, mewujudkan supremasi hukum, dan memerangi ekonomi bayangan, menurut pernyataan bersama mereka.
"Kami menyerukan kemajuan yang kuat dari Ukraina dalam agenda reformasinya, guna memperkuat supremasi hukum, tata kelola publik, pemberantasan korupsi, dan penghapusan praktik bayangan dalam perekonomian," menurut pernyataan pada Selasa, setelah pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G7 di Paris.
Pada saat yang sama, pernyataan tersebut menyebutkan bahwa negara-negara G7 akan terus menjajaki berbagai opsi untuk pendanaan dukungan bagi Ukraina.
"Dengan dasar Pinjaman Dukungan Ukraina senilai 90 miliar euro (sekitar Rp1,85 kuadriliun) dari Uni Eropa dan komitmen yang memungkinkan persetujuan program IMF untuk Ukraina, kami akan terus berupaya mengembangkan berbagai pilihan pembiayaan untuk mendukung Ukraina bersama-sama ke depannya," imbuh pernyataan itu.
Pada 23 April, negara-negara anggota Uni Eropa secara resmi menyetujui pinjaman sebesar 90 miliar euro (Rp1,85 kuadriliun) untuk Ukraina.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mengatakan Ukraina hanya akan diwajibkan untuk membayar kembali pinjaman tersebut jika menerima pembayaran ganti rugi dari Russia. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!