Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Aksi Dini untuk Antisipasi Dampak EL Nino

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 03:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat Aksi Dini untuk Antisipasi Dampak EL Nino Doc: ANTARA/Dedi Suwidiantoro
Ket. Embung irigasi mengering di Indramayu - Warga melihat kondisi embung irigasi yang mengering di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (4/8). Embung irigasi yang biasa digunakan untuk mengairi 550 hektar lahan pertanian itu mengering akibat minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir sehingga sawah di wilayah itu terancam gagal panen.

JAKARTA - Gradasi fenomena El Nino memiliki pengaruh luar biasa besar. Meskipun bukan sesuatu yang baru, tetapi gradasinya makin hari, makin tahun pengaruhnya ternyata luar biasa besar. Persoalan iklim tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut perubahan iklim dan kenaikan suhu lingkungan yang berpengaruh besar terhadap kondisi alam Indonesia.

Guru Besar Bidang Perencanaan Lingkungan dan Kepala Pusat Perubahan Iklim Institut Teknologi Bandung (ITB), Djoko Santoso Abi Suroso mengatakan mekanisme aksi dini perlu diperkuat agar dampak yang ditimbulkan dapat diantisipasi sejak dini.

El Nino jelas Djoko memiliki pola berulang dan dapat diprediksi. Dampaknya meliputi kekeringan, keterlambatan tanam, kebakaran hutan dan lahan, kabut asap, hingga tekanan harga pangan, sehingga seharusnya bisa diantisipasi.

” Karena polanya berulang dan dapat diprediksi, kerugian besar pada tiap siklus menunjukkan persoalannya bukan pada ketiadaan informasi, tetapi ketiadaan mekanisme aksi dini,” kata Djoko.

Ia mencontohkan El Nino kuat 1982/1983 memicu kekeringan dan kebakaran hutan besar di Kalimantan Timur, sedangkan El Nino 1997/1998 yang dikenal sebagai El Nino of the century menyebabkan kekeringan terparah dalam lebih dari setengah abad, kebakaran hutan dan lahan lebih dari 9,7 juta hektare, serta kerugian ekonomi yang diperkirakan melampaui 4,5 miliar dollar AS.

Dampak serupa juga terjadi pada El Nino 2015/2016 yang memicu kebakaran hutan dan lahan sekitar 2,6 juta hektare dengan kerugian mencapai 220 triliun rupiah, dan kembali terlihat pada 2023 ketika Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 487 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Siklus El Nino paparnya tidak lagi dapat diperlakukan sebagai anomali yang jarang terjadi. Perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan frekuensi maupun intensitas El Nino kuat sehingga kesiapsiagaan perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.

Djoko mendorong pemerintah menerapkan kebijakan berbasis risiko (risk-based policy), yakni mengedepankan langkah antisipasi sebelum bencana terjadi, bukan hanya penanganan reaktif setelah dampaknya muncul.

Kebijakan berbasis risiko, lanjutnya, harus menjadikan peta risiko sebagai dasar pengambilan keputusan serta didukung pembiayaan yang telah disiapkan sebelum bencana terjadi. Indonesia juga perlu memperkuat landasan ilmiah dalam kebijakan adaptasi perubahan iklim.

Proyeksi iklim perlu diperbarui secara berkala agar dapat menjadi acuan bagi berbagai sektor dalam menyusun langkah adaptasi.

“Yang harus didahulukan untuk science-based policy ini adalah science-based perubahan iklimnya sendiri. Begitu salah science perubahan iklimnya, maka dalam teori adaptasi ada maladaptasi, melakukan adaptasi yang salah,” katanya.

Tidak Reaktif

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy dalam dialog nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat”, di Jakarta, Selasa (4/8) mengatakan isu iklim sudah lebih dari 20 tahun berkembang.

Sejumlah negara seperti India menyikapi dengan menyiapkan antisipasi menghadapi persoalan kekeringan, masalah kebanjiran, mitigasi masalah penyakit, hingga perbaikan tanaman yang rentan terhadap perubahan cuaca.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Ubed Pahlawan Medali Emas, ...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.