Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Kirim 7.600 KL BBM ke Lombok, Atasi Kelangkaan Bahan Bakar di NTB.

📅 Senin, 03 Agu 2026, 21:49 WIB | Oleh:
Pertamina Kirim 7.600 KL BBM ke Lombok, Atasi Kelangkaan Bahan Bakar di NTB. Doc: Antara Foto
Ket. Pertamina memperkuat distribusi BBM ke Pulau Lombok dengan kapal bermuatan 7.600 kiloliter guna mengatasi kelangkaan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

PT Pertamina Patra Niaga mendatangkan kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dengan total muatan 7.600 kiloliter guna mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Manajer Area Komunikasi, Relasi, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan energi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Langkah itu kami lakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar, sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya dalam keterangan di Mataram, Senin.

Rahedi menyebut kapal pertama telah tiba di Integrated Terminal (IT) Ampenan yang berlokasi di Kota Mataram dengan membawa 2.100 kiloliter Pertalite dan 500 kiloliter Pertamax, sehingga total ada 2.600 kiloliter bahan bakar minyak.

Sementara itu, kapal berikutnya dijadwalkan tiba saat malam hari dengan membawa 2.000 kiloliter Pertalite dan 3.000 kiloliter Biosolar.

"Pasokan tersebut segera didistribusikan ke seluruh lembaga penyalur sesuai kebutuhan agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," ucap Rahedi.

Selain menambah pasokan bahan bakar minyak melalui kapal, Pertamina juga mengoptimalkan armada mobil tangki yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat untuk mempercepat penyaluran ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Rahedi mengklaim stok BBM pada sejumlah SPBU di wilayah Lombok masih tersedia. Stok tersebut antara lain tercatat sebanyak 8 kiloliter di SPBU 54.836.09 Lenek, 16 kiloliter di SPBU 54.836.11 Masbagik, 8 kiloliter di SPBU 54.836.04 Sekarteja, dan 8 kiloliter di SPBU 54.836.15 Rempung.

Perseroan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan setempat untuk menjaga ketertiban antrean agar pelayanan kepada masyarakat berlangsung aman dan lancar di area SPBU.

"Kami memastikan seluruh upaya terus dilakukan agar penyaluran BBM di wilayah NTB tetap berjalan dengan baik dan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga," pungkas Raedi.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, video viral memperlihatkan kondisi antrean panjang kendaraan saat melakukan pengisian bahan bakar minyak di beberapa SPBU di Pulau Lombok.

Antrean panjang kendaraan yang mengular tersebut turut diperparah oleh sejumlah warga yang mengisi BBM menggunakan jerigen ukuran 35 liter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Pemkab Bandung Segera Milik...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.