Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Siapkan TPST Tegalega untuk Produksi Briket RDF

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Siapkan TPST Tegalega untuk Produksi Briket RDF  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tegalega agar tidak hanya menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF) curah, tetapi juga mampu memproduksi briket RDF yang memiliki nilai tambah dan potensi pemanfaatan lebih luas.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, usai meninjau fasilitas TPST Tegalega, Rabu (5/8).

Menurut dia, fasilitas pengolahan sampah di TPST Tegalega pada dasarnya telah terpasang. Namun, masih terdapat sejumlah peralatan yang belum berfungsi secara optimal sehingga perlu melalui proses penyempurnaan sebelum dihibahkan kepada Pemerintah Kota Bandung.

"Peralatan ini merupakan pengadaan dari Kementerian PU dan nantinya akan dihibahkan kepada pemerintah daerah. Namun, kami akan menerima alat ini apabila seluruh fungsinya sudah benar-benar optimal. Karena itu, saat ini masih dilakukan proses commissioning untuk memastikan semua sistem bekerja dengan baik," ujar Zulkarnain.

Ia menjelaskan, hasil evaluasi menunjukkan terdapat beberapa peralatan yang perlu diperbaiki. Bahkan kemungkinan diganti, karena spesifikasi mesin yang tersedia belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik sampah yang diolah.

Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi RDF belum maksimal. Meski demikian, Iskandar melihat perkembangan positif dari proses commissioning yang sedang berlangsung.

Salah satunya adalah kemampuan menghasilkan briket RDF sebagai produk akhir, tidak hanya RDF curah berupa hasil pencacahan.

"Kalau produk akhirnya sudah berbentuk briket, nilai ekonominya tentu lebih menjanjikan. Briket ini bisa diterima oleh beberapa off-taker dan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk jenis kompor tertentu yang digunakan pelaku UMKM," kata dia.

Menurut Zulkarnain, pengembangan produk turunan seperti briket menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah pengelolaan sampah. Di sisi lain, Pemkot Bandung juga tetap akan memenuhi komitmen penyediaan RDF curah sesuai kerja sama yang telah berjalan dengan pihak industri.

Ia menambahkan, apabila seluruh peralatan telah berfungsi optimal dan sistem pemilahan sampah berjalan dengan baik, TPST Tegalega diproyeksikan mampu mengolah hingga 25 ton sampah per hari.

"Targetnya sekitar 25 ton per hari. Bahkan kalau seluruh sistem berjalan optimal dan sampah yang masuk sudah terpilah dengan baik, kapasitasnya bisa lebih dari itu," ungkap dia.

Melalui optimalisasi fasilitas dan pengembangan produk bernilai tambah, Pemkot Bandung berharap TPST Tegalega dapat menjadi salah satu model pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat serta memiliki nilai ekonomi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Timnas Indonesia Matangkan ...

Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.