Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Strategis Perpendek Rantai Distribusi Pangan

📅 Senin, 18 Mei 2026, 13:10 WIB | Oleh:
Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Strategis Perpendek Rantai Distribusi Pangan Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Kukar dan pihak terkait foto bersama saat peresmian Koperasi Merah Putih Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Sabtu (16/5)

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) perlu diperkuat sebagai agregator pangan desa untuk memperpendek rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah produk masyarakat.

Bhima mengatakan, fungsi agregator penting agar produk pertanian, kerajinan, dan industri kreatif desa dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

“Soal Koperasi Desa Merah Putih, saran saya kalau mau bertahan maka harus menjadi agregator,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Menurut dia, selama ini sejumlah produk desa masih menghadapi rantai pasok yang panjang dan akses pasar yang terbatas.

Karena itu, KDMP perlu diarahkan untuk menyerap, mengonsolidasikan, dan memperluas pemasaran produk desa agar harga komoditas pertanian menjadi lebih baik.

Dia menilai, penguatan fungsi agregator juga dapat membantu menjaga pasokan pangan sekaligus memperkuat posisi tawar petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa.

“Nah, ini dengan fungsi agregator dia bisa (meningkatkan) ekspor, dia bisa (memperkuat) nilai tambah (hasil produksi), sehingga harga komoditas pertanian juga akan lebih bagus,” ujarnya.

Ia menyarankan, KDMP tidak hanya berfokus menjadi usaha ritel atau warung agar tidak bersaing langsung dengan warung rakyat dan pelaku UMKM yang sudah berjalan.

Menurut Bhima, koperasi desa justru perlu lebih fokus menjadi penghubung antara produksi masyarakat desa dan pasar yang lebih luas melalui sistem agregasi, distribusi, serta penguatan nilai tambah.

Ia juga mendorong agar fungsi tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara dan badan usaha milik negara (BUMN) lainnya.

“Saran untuk menjadi agregator inilah yang harusnya dilakukan juga oleh Agrinas, sehingga Agrinas juga bisa menyerap produk-produk pertanian, produk-produk kerajinan, produk-produk industri kreatif dari desa-desa,” ucapnya.

Bhima mengatakan, kolaborasi tersebut dapat mendukung pembiayaan, distribusi, dan orientasi ekspor produk desa sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat.

Ia menambahkan, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional saat ini masih sekitar 15 persen dari total ekspor nasional.

Menurut dia, kontribusi tersebut berpotensi naik menjadi sekitar 25-30 persen apabila fungsi agregator koperasi desa berjalan optimal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.