Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Siapkan 100 Armada Pengangkut Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka

8 Rabu, 05 Agu 2026, 17:45 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Siapkan 100 Armada Pengangkut Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka Pemkot Bandung Siapkan 100 Armada Pengangkut Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mematangkan berbagai persiapan menjelang beroperasinya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029.

Selain menyiapkan armada khusus pengangkut sampah, Pemkot juga terus memperkuat pengurangan dan pengolahan sampah dari hulu agar transisi dari TPA Sarimukti menuju Legok Nangka berjalan optimal.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Salman Faruq, mengatakan Pemkot Bandung berkomitmen memenuhi kesepakatan yang telah ditandatangani pada 2021 untuk mengirimkan sampah sebanyak 800 hingga 1.000 ton per hari ke TPPAS Legok Nangka.

"Komitmen Kota Bandung sesuai yang sudah ditandatangani pada 2021 adalah mengirimkan sampah minimal 800 sampai 1.000 ton per hari ke Legok Nangka. Karena itu kami harus menyiapkan seluruh sarana pendukung, terutama armada pengangkut dan sistem pengelolaan sampah yang sesuai dengan persyaratan di sana," ujar Salman, Selasa (4/8).

Menurut dia, sampah yang akan dikirim ke Legok Nangka merupakan sampah domestik rumah tangga. Namun, DLH menargetkan agar yang benar-benar masuk ke fasilitas tersebut adalah sampah residu hasil pemilahan sehingga tidak ada sampah yang ditolak ketika tiba di lokasi.

"Kami terus menyiapkan sistem pemilahan. Harapannya, sampah yang masuk ke Legok Nangka benar-benar residu sehingga sesuai dengan ketentuan operasional yang ditetapkan," kata Salman.

Salah satu fokus utama persiapan adalah penyediaan armada pengangkut yang mampu menjangkau lokasi Legok Nangka yang memiliki kontur jalan menanjak dan cukup curam. Salman menjelaskan, armada yang akan digunakan harus memiliki spesifikasi khusus, baik dari sisi kemampuan kendaraan maupun sistem pengangkutannya.

"Armadanya harus benar-benar fit karena akses menuju Legok Nangka cukup menanjak. Selain itu, seluruh armada diharapkan menggunakan sistem tertutup atau compactor sehingga pengangkutan lebih aman, tidak mengganggu lingkungan, dan air lindi dapat tertampung dengan baik," tutur dia.

Saat ini, Pemkot Bandung telah memiliki sebagian armada tersebut. Namun, dalam dua hingga tiga tahun ke depan jumlahnya akan terus ditambah hingga mencapai sekitar 80 sampai 100 unit.

Selain melalui pengadaan daerah, DLH juga membuka peluang adanya dukungan armada dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui kerja sama dengan Pemerintah Belanda.

"Kami sudah memiliki sebagian armada. Ke depan akan terus ditambah. Bahkan ada rencana bantuan armada tertutup melalui Pemerintah Provinsi yang bekerja sama dengan Pemerintah Belanda," ungkap dia.

Sembari menunggu Legok Nangka beroperasi, Pemkot Bandung tetap mengoptimalkan pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari edukasi pengurangan sampah rumah tangga dan kawasan komersial, pengolahan sampah organik, hingga penerapan berbagai teknologi pengolahan.

"Selama masa transisi ini, kami terus memaksimalkan pengurangan sampah di tingkat hulu, kemudian pengolahan di tingkat tengah maupun hilir. Tujuannya agar Kota Bandung semakin mandiri dalam mengelola sampah meskipun kuota ke Sarimukti masih dibatasi," kata dia.

Menurut Salman, langkah tersebut menjadi sangat penting mengingat kapasitas TPA Sarimukti semakin terbatas sehingga Kota Bandung tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada pembuangan akhir.

Salman memastikan ketika Legok Nangka mulai beroperasi pada 2029, TPA Sarimukti akan ditutup oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia menjelaskan saat ini kawasan Sarimukti sudah mengalami kelebihan kapasitas, sementara zona perluasan yang sedang dimanfaatkan diperkirakan hanya mampu bertahan dalam waktu sekitar dua tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

PSS Sleman Harus Menang Atas Bhayangkara Sore Ini

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Harus Menang Ata...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.