Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Min Aung Hlaing akan Kunjungi Tailan

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Min Aung Hlaing akan Kunjungi Tailan Doc: AFP/ROYAL THAI GOVERNMENT
Ket. Menlu Myanmar, U Tin Maung Shwe (kanan) berjabat tangan dengan PM Tailan, Anutin Charnvirakul, saat keduanya bertemu di Wisma Pemerintah di bangkok pada 14 Juli lalu. Pada Kamis (6/8), pemimpin Myanmar, Min Aung Hlaing, akan melakukan kunjungan ke Tailan.

BANGKOK – Mantan kepala junta Myanmar, Min Aung Hlaing, diperkirakan akan tiba di Tailan pada Kamis (6/8). Kunjungan ini merupakan l perjalanan pertamanya ke sana sejak menjadi pemimpin sipil dalam upayanya untuk kembali ke ranah diplomasi bagi negaranya yang terisolasi.

Pada 2021, mantan jenderal itu memimpin kudeta militer yang menggulingkan pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi, hingga kemudian memicu perang saudara yang diperkirakan telah menewaskan lebih dari 100.000 orang di semua pihak.

Min Aung Hlaing dilantik sebagai presiden Myanmar pada April lalu setelah pemilihan yang direkayasa yang oleh lembaga pengawas demokrasi dan negara-negara Barat disebut sebagai sandiwara yang bertujuan untuk membersihkan citra junta.

Tailan yang merupakan negara tetangganya, sejak saat itu memimpin upaya untuk menormalisasi hubungan dengan Myanmar, baik secara bilateral maupun melalui Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) yang beranggotakan 11 negara.

Blok tersebut telah mengecualikan kepemimpinan Myanmar dari pertemuan puncak tingkat tinggi sejak kudeta, tetapi menteri luar negerinya menghadiri pertemuan informal dengan rekan-rekan regionalnya bulan lalu di Tailan.

Sebelumnya Min Aung Hlaing telah melakukan kunjungan diplomatik sejak mengganti seragam militernya dengan pakaian sipil, mengunjungi India, sekutu utama Tiongkok, dan satu negara anggota Asean yaitu Laos.

Menjelang kunjungannya ke Bangkok, Suu Kyi yang masih berada di bawah tahanan rumah, diizinkan bertemu dengan perwakilan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada Senin (3/8) lalu yang merupakan pertemuan publik pertamanya dengan pejabat asing sejak penggulingannya.

Analis independen Myanmar, David Mathieson, mengatakan kepada AFP bahwa kampanye Myanmar untuk kembali bergabung dengan Asean adalah masalah status semata bagi Min Aung Hlaing, apalagi para pemimpin Myanmar sebelumnya menolak untuk menerima apa yang disebut konsensus lima poin untuk mengakhiri permusuhan melalui dialog dengan semua pihak dari blok tersebut.

"Dia ingin dipandang sebagai anggota Asean yang bertanggung jawab di satu sisi, tetapi secara paradoks menolak konsensus lima poin sepenuhnya," kata Mathieson yang menggambarkan hal itu sebagai contoh dari logika zero-sum.

Di lain pihak para analis mengatakan Bangkok memiliki alasan untuk mengupayakan pemulihan hubungan. Pertempuran antara militer Myanmar dan berbagai faksi pemberontak telah meluas hingga ke perbatasan panjang dengan Tailan, yang menampung jutaan pengungsi dari Myanmar.

Tailan juga harus berurusan dengan keberadaan jaringan penipuan siber dan penyelundup narkoba ilegal di wilayah perbatasan Myanmar yang rawan konflik.

Legitimasi Palsu

Pada Senin, Menteri Luar Negeri Tailan, Sihasak Phuangketkeow, mengatakan kepada wartawan bahwa Tailan percaya terhadap Myanmar serta Kamboja dapat berbuat lebih banyak untuk memerangi jaringan penipuan dan masalah ini akan diangkat selama kunjungan Min Aung Hlaing.

Dalam sebuah pernyataan, ia juga menyambut baik pertemuan Suu Kyi dengan ICRC dan berharap pihak berwenang akan mengambil langkah-langkah positif lebih lanjut menuju perdamaian dan stabilitas abadi di Myanmar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...

Target vokasi nasional 2026

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Target vokasi nasional 2026
Daerah
Pemeriksaan hewan dan pemba...
Advertisement
PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.