Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Landa TPA Malabar di Cilacap, Alat Berat Dikerahkan

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 17:48 WIB | Oleh:
Kebakaran Landa TPA Malabar di Cilacap, Alat Berat Dikerahkan Doc: antara foto
Ket. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu (5/8).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengapresiasi atas penggunaan alat berat yang segera dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Malabar di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu (5/8), mengatakan bahwa pengerahan alat berat dilakukan guna membongkar tumpukan sampah agar proses pemadaman dan pendinginan berjalan efektif.

"Peralatan pemadam kebakaran bersama bantuan alat berat UPTD PSWB dikerahkan ke lokasi untuk mengatasi kebakaran di TPA Desa Malabar," kata dia.

Abdul menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran yang melanda TPA di Desa Malabar, Kecamatan Wanareja, tersebut terjadi pada Selasa (4/8) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan dugaan sementara insiden tersebut dipicu oleh akumulasi gas metana hasil pembusukan sampah organik yang tersulut sumber panas atau percikan api di area TPA.

"Timbunan sampah yang mengandung gas mudah terbakar tersebut menyebabkan kobaran api dengan cepat meluas hingga membakar area seluas kurang lebih dua hektare," kata dia.

Namun, menurut Abdul, berkat penanganan terpadu serta pembongkaran material sampah menggunakan ekskavator titik api di TPA Malabar saat ini sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Dalam penanganannya, BPBD Kabupaten Cilacap langsung berkoordinasi dengan Forkopimcam Wanareja, Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Majenang, serta UPTD Pengelolaan Sampah dan Wilayah Banjar (PSWB).

Operasi pemadaman juga dibantu menggunakan armada mobil Damkar Majenang yang disuplai pasokan air secara berkelanjutan dari armada tangki UPTD PKBD Majenang.

"Tim gabungan melakukan asesmen awal di tempat kejadian bersama unit teknis pemadam kebakaran guna memetakan sebaran titik api utama, sebelum melakukan penindakan, sehingga api di lokasi ini telah berhasil dipadamkan," cetusnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Nasional
BNPB: OMC Penanganan Karhut...
Luar Negeri
Populasi Dugong Australia T...
Luar Negeri
AS Tuduh Tiongkok Gagalkan ...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.