Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produk Camilan Indonesia Berhasil Tembus Pasar Arab Saudi, Ekspor Perdana Senilai Rp288 Juta

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produk Camilan Indonesia Berhasil Tembus Pasar Arab Saudi, Ekspor Perdana Senilai Rp288 Juta Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Produk camilan asal Indonesia yang diekspor ke Arab Saudi.

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan salah satu produk camilan asal Indonesia berhasil menembus pasar Arab Saudi melalui ekspor perdana senilai 16.045 dolar AS atau sekitar Rp288,81 juta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan ekspor perdana produk PT Cipta Rasa Food tersebut merupakan hasil fasilitasi penjajakan bisnis (business matching) yang dilakukan Atase Perdagangan (Atdag) RI di Riyadh.

“Pelepasan ekspor perdana produk camilan ini ke Arab Saudi menunjukkan kualitas produk Indonesia yang sudah memenuhi standar global. Harapan kami, semakin banyak pelaku usaha Indonesia yang dapat segera menyusul,” ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (5/8).

Senada dengan itu, Atase Perdagangan RI di Riyadh Zulvri Yenni mengatakan produk-produk Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing dan berpeluang besar memperluas pangsa pasar di Arab Saudi.

“Ekspor produk camilan ini semakin menunjukkan bahwa produk Indonesia telah memenuhi standar global dan diterima di pasar Arab Saudi. Kami optimistis semakin banyak produk Indonesia yang dapat menembus pasar Arab Saudi,” kata Zulvri.

Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan Indonesia dan Arab Saudi pada periode Januari–Juni 2026 mencapai 2,83 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi tercatat sebesar 1,02 miliar dolar AS.

Sementara itu, sepanjang 2025 total perdagangan kedua negara mencapai 6,53 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar 2,88 miliar dolar AS.

Komoditas utama yang diekspor Indonesia ke Arab Saudi meliputi kendaraan dan suku cadangnya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, berbagai produk makanan olahan, serta kayu dan produk turunannya.

Adapun komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Arab Saudi antara lain garam, belerang dan kapur, plastik dan produk plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia, serta buah-buahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Kebakaran Gunung Kawi Melan...
Nasional
Menteri PKP Perkuat Koordin...
Luar Negeri
Bank Sentral UEA Batasi Akt...
Luar Negeri
Pengadilan AS Pulihkan Hak ...
Wisata
MICE Salah Satu Kunci Pendo...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.