Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maliya dan Irfan Ditemukan Meninggal di Bawah Tebing Punggung Naga Gunung Piramid

3 Rabu, 05 Agu 2026, 16:14 WIB | Oleh:
Maliya dan Irfan Ditemukan Meninggal di Bawah Tebing Punggung Naga Gunung Piramid Maliya dan Irfan Ditemukan Meninggal di Bawah Tebing Punggung Naga Gunung Piramid Doc: istimewa
Ket. Gunung Piramid. Indah tapi berbahaya.

BONDOWOSO -- Proses evakuasi dua jenazah pendaki yang tewas di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, terpaksa ditunda hingga Rabu (5/8). Cuaca buruk berupa kabut tebal yang menyelimuti kawasan tebing ekstrem Punggung Naga menjadi penghambat utama Tim SAR Gabungan dalam melakukan pengangkatan jasad korban dari jurang sedalam 60 meter.

Keputusan menunda proses evakuasi diambil demi mengutamakan keselamatan para personel penolong. Selain kendala jarak pandang yang terbatas akibat kabut tebal, kondisi medan yang terjal dan terjalnya jalur Punggung Naga dinilai sangat membahayakan jika operasi dilanjutkan pada malam hari.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Jember, Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Bondowoso, TNI-Polri, PMI, Satuan Brimob, APGI, Wanadri, relawan SAR, komunitas pecinta alam serta masyarakat setempat.

Dua korban yang terkonfirmasi meninggal dunia adalah Maliya Finda (51), seorang wanita asal Surabaya, serta seorang pemandu lokal bernama Erfan (35), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso. Kedua jasad pendaki Gunung Piramid tersebut ditemukan pada Selasa (4/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

Posisi jasad berada di bawah tebing Punggung Naga dengan kedalaman jurang sekitar 60 meter. Kedua korban ditemukan tersangkut di ranting pohon dengan posisi tertelungkup.

“Jenazah ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan tersangkut di ranting pohon dengan jarak antarjenazah sekitar lima meter. Kemudian kita lakukan pembungkusan korban,” jelas Aryo. Di lokasi penemuan, petugas juga mengamankan barang-barang milik korban seperti tas, sepatu, dan perlengkapan pendakian lainnya.

Medan Pendakian 

Piramid adalah sebuah gunung di Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, dan masih masuk dalam wilayah Gunung Argopuro. Gunung yang menjadi magnet bagi para pendaki ini dikenal dengan keindahan panorama di sepanjang jalur pendakian hingga dari puncaknya.

Puncak Gunung Piramid yang menjadi tujuan para pendaki ini berada pada ketinggian 1.521 mdpl. Pendakian dimulai dari Kelurahan Curahdami, dengan waktu pendakian menuju camping ground sekitar 3 jam. Selanjutnya, pendakian menuju puncak memakan waktu 3-5 jam. Walaupun berada di wilayah Kabupaten Bondowoso, kawasan Gunung Piramid berada di bawah pengelolaan Perhutani.

Nama Gunung Piramid disematkan oleh masyarakat setempat karena dari kejauhan bentuk puncaknya menyerupai segitiga layaknya Piramida di Mesir.

Beberapa spot menarik yang ada di jalur pendakian Gunung Piramid adalah spot Batu Langgar dan jalur Punggung Naga:

Kemudian Batu Langgar, yaitu sebuah batu besar yang ditemukan sebelum area camping ground dan dikeramatkan oleh masyarakat setempat.

Punggung Naga adalah punggungan bukit yang mengarah ke puncak dengan trek berupa jalan setapak sepanjang 1,5 kilometer. Trek Punggung Naga disebut sangat ekstrem karena amat sempit, memiliki kontur yang curam, dan diapit jurang sedalam ratusan meter di kanan dan kirinya. Bahkan, kemiringan trek pada jalur punggungan menuju puncak ada yang hampir mencapai 90 derajat.

Jalur berupa jalan setapak ini hanya dapat dilewati oleh satu orang. Apabila pendaki saling berpapasan, salah satunya harus mengalah dengan mencari tempat aman untuk duduk dan berpegangan sementara pendaki lain berjalan melewatinya.

Jalur ini tidak dilengkapi pengaman atau tali pembatas sehingga dibutuhkan kehati-hatian dan fokus tinggi. Jika salah melangkah, terpeleset, atau pijakannya longsor, pendaki dapat langsung jatuh ke dasar jurang hingga nyawa menjadi taruhannya. Kondisi tersebut membuat Gunung Piramid dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling berbahaya di Jawa.

Pelukan Maut di Gunung Piramid

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Perkembangan Inflasi Indonesia pada Oktober 2026

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...

Gencatan Senjata Lokal di Kherson Berakhir

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Gencatan Senjata Lokal di K...
Luar Negeri
Partai Komunis Tiongkok aka...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.