Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Ditutup Hijau, Optimisme Ekonomi Kalahkan Kekhawatiran Pasar

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Ditutup Hijau, Optimisme Ekonomi Kalahkan Kekhawatiran Pasar Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi-Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi di tengah dukungan sentimen positif dari dalam dan luar negeri.

Dari sisi domestik, ekspektasi terhadap stabilitas ekonomi dan kinerja emiten menjadi pendorong utama, sementara dari eksternal, meredanya ketidakpastian global dan membaiknya sentimen pasar internasional turut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

Meski demikian, keberlanjutan tren positif tetap bergantung pada dinamika kebijakan moneter global, pergerakan nilai tukar, dan perkembangan kondisi geopolitik.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/8) sore, ditutup menguat 85,11 poin atau 1,37 persen ke posisi 6.319,61 dipicu oleh sentimen positif dari tingkat domestik maupun global.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,28 poin atau 1,81 persen ke posisi 635,21.

"Bursa regional Asia bergerak menguat sejalan dengan tren positif bursa Wall Street," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, data inflasi Indonesia periode Juli 2026 secara tahunan turun ke level 2,88 persen year on year (yoy), atau terjaga dalam kisaran target sasaran Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5 plus minus 1 persen.

"Ini menunjukkan terjaganya dalam kisaran sasaran tersebut merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah,” ujar Nico.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia periode Juni 2026 mencatatkan defisit sebesar 0,45 miliar dolar AS, atau lebih rendah dibandingkan defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.

Meskipun mengalami defisit, Nico menyebut secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Juni 2026 tetap mencatatkan surplus sebesar 3,58 miliar dolar AS.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia periode kuartal II-2026 pada pekan ini.

Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar merespon positif rilis indeks manufaktur Amerika Serikat (AS), yang mana ISM Manufacturing naik dari sebelumnya 53,3 menjadi 55,6, dan merupakan kenaikan dengan laju tercepat sejak lebih dari empat tahun terakhir.

"Hal ini ditopang oleh kuatnya permintaan yang mendorong kenaikan produksi, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar ketenagakerjaan,” ujar Nico

Di sisi lain, pelaku pasar memantau perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang mana Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa pembicaraan dengan Iran tentang pembukaan kembali Selat Hormuz tengah berlangsung, namun Iran membantah adanya negosiasi yang sedang berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.