Nigeria Naikkan Gaji Tentara hingga 80 Persen di Tengah Lonjakan Kemiskinan
📅 Rabu, 05 Agu 2026, 16:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
Abuja – Pemerintah Nigeria akan menaikkan gaji personel militer antara 30 hingga 80 persen mulai September 2026 sebagai upaya meningkatkan moral pasukan yang menghadapi berbagai ancaman keamanan, mulai dari pemberontakan kelompok jihad, konflik komunal, hingga maraknya penculikan.
Penasihat media Presiden Nigeria, Bayo Onanuga, pada Selasa (4/8) mengatakan kebijakan tersebut berlaku bagi sekitar 250.000 personel militer.
Kenaikan gaji dilakukan di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat akibat serangkaian reformasi yang dijalankan Presiden Bola Tinubu untuk memperkuat perekonomian dan meningkatkan kepercayaan investor internasional.
Meskipun inflasi telah melambat dari 30 persen pada 2024 menjadi 15,91 persen pada Juni 2026, harga bahan bakar tercatat telah melonjak lebih dari tiga kali lipat dalam empat tahun terakhir.
Data Bank Dunia menunjukkan sekitar 61 persen penduduk Nigeria kini hidup dalam kemiskinan, meningkat empat poin persentase dibandingkan saat Tinubu mulai menjabat pada Mei 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dua pejabat militer Nigeria menyebut seorang prajurit dengan pangkat terendah saat ini menerima gaji pokok sekitar 100.000 naira atau sekitar 73 dolar Amerika Serikat (AS) per bulan.
Dalam skema baru tersebut, perwira berpangkat brigadir jenderal hingga jenderal akan memperoleh kenaikan gaji sebesar 30 persen.
Sementara itu, personel berpangkat kolonel hingga warrant officer akan menerima kenaikan 50 persen, sedangkan prajurit berpangkat tamtama hingga staf sersan akan memperoleh kenaikan tertinggi, yakni 80 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Nigeria memperkirakan kebijakan tersebut akan meningkatkan total belanja gaji angkatan bersenjata menjadi 924 miliar naira atau sekitar 678 juta dolar AS per tahun, naik dari sebelumnya 660 miliar naira.
Presiden Tinubu menyebut kenaikan gaji itu sebagai bentuk penghargaan pemerintah kepada personel militer yang selama ini bertugas menjaga keamanan negara.
"Para pria dan wanita yang menjaga keamanan masyarakat harus mendapatkan dukungan dan penghargaan dalam menjalankan tugas mereka bagi negara," ujar Tinubu dalam pernyataan resmi.
Nigeria hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan keamanan, termasuk pemberontakan kelompok jihad yang telah berlangsung lebih dari 17 tahun di wilayah timur laut.
Selain itu, konflik antara petani dan penggembala di wilayah tengah, gerakan separatis di tenggara, serta maraknya aksi penculikan untuk tebusan di wilayah barat laut terus menjadi tantangan besar bagi aparat keamanan.
Kebijakan kenaikan gaji ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus motivasi prajurit dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan yang masih berlangsung di berbagai wilayah Nigeria.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!