Warga Pulau Pramuka Dilatih Pemkab Kepulauan Seribu Kelola Budidaya Perikanan Ramah Lingkungan
📅 Rabu, 05 Agu 2026, 17:46 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Pelatihan Pengelolaan Budidaya Perikanan yang Ramah Lingkungan dan Keramba Jaring Apung (KJA) yang Produktif, Berkelanjutan, dan Bernilai Wisata di Pulau Pramuka digelar Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu.
Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri dari kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dan pelaku usaha ikan hias.
“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pembudidaya perikanan di Kepulauan Seribu agar mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan sekaligus memiliki nilai tambah melalui sektor pariwisata,” kata Kepala Seksi Kelautan Sudin KPKP Kepulauan Seribu Gama Eka Anantha di Jakarta, Rabu (5/8).
Sebelumnya, pelatihan serupa telah dilaksanakan di Pulau Lancang dengan jumlah peserta yang sama. Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi mengenai dampak budidaya terhadap ekosistem, seperti potensi eutrofikasi atau pencemaran lingkungan air akibat penumpukan nutrisi berlebih di ekosistem air dan pengelolaan sampah plastik dari aktivitas keramba jaring apung.
Peserta juga dibekali dengan pengetahuan mengenai konsep pengembangan wisata budidaya atau eduwisata dengan membuka kawasan keramba jaring apung sebagai destinasi edukasi bagi wisatawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gama mengatakan pelatihan tersebut bertujuan mendorong para pembudidaya untuk mengoptimalkan keramba jaring apung tidak hanya sebagai sarana produksi ikan, tetapi juga sebagai sumber pendapatan baru melalui kegiatan wisata.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan nilai tambah keramba jaring apung,” ujar Gama.
Selain menghasilkan ikan, kata dia, kawasan budidaya juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi wisata edukasi maupun pemancingan sehingga pembudidaya memiliki sumber pendapatan tambahan saat masa pemeliharaan ikan berlangsung.
Menurut dia, pengembangan wisata budidaya memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), agen perjalanan wisata hingga perangkat daerah terkait sehingga potensi keramba jaring apung semakin dikenal wisatawan.
"Kami berharap terjalin sinergi dengan sektor pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sehingga wisata budidaya dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pesisir," tutur Gama.
Selain pelatihan, Sudin KPKP Kabupaten Kepulauan Seribu juga menyerahkan bantuan sarana budidaya berupa pakan ikan laut, serokan ikan, tabung oksigen, pompa dorong, dan freezer kepada 39 orang untuk mendukung produktivitas usaha budidaya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Pokdakan Ayu Bahari, Somad mengatakan pelatihan tersebut memberikan wawasan baru dalam mengembangkan usaha budidaya yang lebih inovatif.
Selama ini, Somad mengaku fokus pada produksi ikan hias. Namun setelah mengikuti pelatihan, ia memahami bahwa keramba maupun lokasi budidaya juga dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus menarik lebih banyak wisatawan datang ke Kepulauan Seribu," ungkap Somad. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!