Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lestari Moerdijat: Bangun Kesadaran Kolektif untuk Antisipasi Ancaman Hantavirus

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 06:32 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat: Bangun Kesadaran Kolektif untuk Antisipasi Ancaman Hantavirus Doc: dok
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Pemerintah perlu membangun kesadaran kolektif untuk mengantisipasi terjadinya kasus luar biasa terkait potensi ancaman penyebaran Hantavirus di tanah air. 

"Negara melalui Kemenkes RI telah mengambil langkah konkret untuk mewaspadai ancaman Hantavirus. Meski begitu, kekhawatiran publik terhadap ancaman virus tersebut di tanah air, harus dapat diatasi secara bersama," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, saat membuka diskusi daring bertema Mengenal Penyebaran Hantavirus dan Bagaimana Memitigasinya yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (13/5). 

Diskusi yang dimoderatori Tantri Moerdopo (Tim Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu menghadirkan Dr. Sumarjaya, SKM, M.M., MFP, CFA (Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan /SKK Kementerian Kesehatan RI), Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, MSC, Sp.P (K) (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia/PB IDI – Guru Besar Kedokteran Universitas Indonesia), dan Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama (Direktur Pascasarjana Universitas YARSI – Direktur World Health Organization South East Asia Regional Office/WHO SEARO periode 2018-2020) sebagai narasumber. 

Selain itu, hadir pula  Nurhadi, S.Pd., M.H. (Anggota Komisi IX DPR RI), sebagai penanggap. 

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, ujar Lestari, pada periode 2024-2026, dari 23 kasus yang terkonfirmasi, Hantavirus sudah menyebabkan tiga kematian. 

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, WHO pun sudah menetapkan  Hantavirus perlu diwaspadai. 

Karena itu, tegas Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu, langkah edukasi dan sosialisasi terkait ancaman Hantavirus perlu ditingkatkan. 

Menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, upaya pencegahan terhadap ancaman Hantavirus membutuhkan pemahaman semua pihak terkait bagaimana memitigasi dan tindakan apa yang harus diambil bila terpapar Hantavirus. 

Agar, tegas Rerie, potensi ancaman yang ada dapat diatasi bersama sebagai bagian upaya peningkatan kewaspadaan dan pencegahan penyebaran Hantavirus di tanah air. 

Direktur SKK Kementerian Kesehatan RI Sumarjaya mengungkapkan, pemerintah sudah melakukan langkah-langkah kewaspadaan, agar tidak terlambat dalam penanganan ancaman Hantavirus. 

Kewaspadaan itu, tambah Sumarjaya, antara lain melalui kerja sama dengan pihak imigrasi dalam bentuk skrining di pintu masuk negara, dengan thermal scanner dan wajib deklarasi di All Indonesia. 

Langkah pencegahan secara umum, jelas Sumarjaya, dengan menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam keseharian masyarakat. 

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Erlina Burhan mengungkapkan bahwa  Hantavirus secara umum dibawa oleh binatang pengerat dan dapat menyebabkan penyakit berat pada paru (HPS) dan ginjal (HFRS). 

Penyakit akibat Hantavirus, ujar Erlina, kerap terlambat ditangani karena pada fase awal, gejalanya serupa dengan dampak virus biasa, seperti influensa dan demam berdarah. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Reruntuhan Bangunan Pascage...

Penulis Buku Nikmati Keringanan Pajak

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Penulis Buku Nikmati Kering...

Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Ekspor SDA

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rapat Koordinasi Penguatan ...
Nasional
Kemendikdasmen Bakal Benahi...

Xi Jinping Kunjungi Korut

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Xi Jinping Kunjungi Korut
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.