Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian ESDM: Implementasi B50 Tidak Diputuskan secara Instan

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 19:35 WIB | Oleh:
Kementerian ESDM: Implementasi B50 Tidak Diputuskan secara Instan Doc: antara foto
Ket. Penggunaan B50 di Semarang.

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa implementasi biodiesel B50 merupakan hasil pengembangan program biodiesel yang dilakukan secara bertahap sejak implementasi campuran biodiesel pada dekade sebelumnya dan bukan secara instan.

“B50 tidak diputuskan secara instan," kata Koordinator Kelompok Kerja Pengujian Hilir Migas Kementerian ESDM Cahyo Setyo Wibowo dalam diskusi mengenai implementasi B50 di sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Jumat.

Dia mengatakan seluruh tahapan diawali dengan pengujian laboratorium hingga uji jalan sejauh 40.000 kilometer pada kendaraan niaga berbobot di atas 3,5 ton

“Setelah uji jalan, komponen mesin, fuel line, hingga fuel filter dibuka dan dianalisis bersama para ahli teknis pabrikan. Kenaikan persentase biodiesel ini juga terus diimbangi dengan peningkatan kualitas B100 (FAME) serta pengawasan ketat BBM di lapangan," tambah dia.

Menurut dia, pengujian dilakukan untuk memastikan campuran biodiesel 50 persen tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap kinerja mesin maupun sistem bahan bakar kendaraan.

Setelah uji jalan selesai, berbagai komponen, seperti mesin, saluran bahan bakar, dan filter, dianalisis bersama produsen kendaraan sebelum B50 dinyatakan layak diterapkan.

Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan mutu Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebagai bahan baku biodiesel serta memperkuat pengawasan kualitas bahan bakar yang dipasarkan kepada masyarakat.

Dari sisi industri, produsen kendaraan niaga menyatakan telah menyesuaikan spesifikasi produknya dengan kebutuhan implementasi B50. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menyebut kendaraan niaga berstandar emisi Euro 4 yang dipasarkannya ikut terlibat dalam rangkaian pengujian pemerintah.

"Kami di industri otomotif berkomitmen penuh mendukung program pemerintah. Salah satu varian kami, Mitsubishi Fuso Canter, terlibat langsung dalam uji jalan B50 sejauh 40.000 kilometer dan hasilnya berjalan lancar tanpa dampak negatif signifikan pada kendaraan,” jelas Aji Jaya.

Sementara itu, pelaku usaha logistik juga menilai penggunaan B50 belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional armada.

Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk Ronny Senjaya mengatakan perusahaan yang mengoperasikan lebih dari 2.000 unit truk pada rute Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi tetap dapat menjalankan kegiatan distribusi secara normal setelah menggunakan B50.

Meski demikian, industri menilai keberhasilan implementasi B50 akan sangat bergantung pada konsistensi kualitas bahan bakar yang diterima konsumen.

Pengawasan terhadap spesifikasi B50 di seluruh SPBU, terutama pada jalur distribusi logistik antardaerah, dinilai perlu terus diperkuat agar performa kendaraan tetap terjaga.

Kolaborasi antara pemerintah, produsen kendaraan, dan pelaku usaha logistik dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan implementasi B50 dapat mendukung target transisi energi nasional, tanpa mengurangi produktivitas sektor transportasi dan distribusi barang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Pengaturan pembelian BBM di Bali

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pengaturan pembelian BBM di...

Ritual Munara Fan Nanggi di Biak

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Ritual Munara Fan Nanggi di...

Hiu paus terdampar di Bantul

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Hiu paus terdampar di Bantul
Megapolitan
Semarak Hari Kebudayaan Nas...

Edukasi bantuan hidup dasar di Palu

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Edukasi bantuan hidup dasar...
Nasional
Memperkuat penanganan karhu...

Bakti kesehatan Polri di Polres Jombang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.