Kemenpar Soroti Harta Terpendam Jayawijaya: Wisata Alam dan Kopi Bisa Mendunia
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 21:15 WIB | Oleh: Tim PenulisWAMENA – Mengoptimalkan potensi wisata alam dan kopi dapat menciptakan sinergi yang memperkuat daya tarik destinasi sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.
Perpaduan antara keindahan alam dengan pengalaman wisata berbasis kopi, seperti tur kebun, proses pengolahan, hingga aktivitas mencicipi kopi, mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan dan mendorong peningkatan belanja di sektor UMKM, kuliner, serta ekonomi kreatif.
Agar manfaatnya berkelanjutan, pengembangan konsep ini perlu didukung oleh peningkatan kualitas infrastruktur, promosi yang terarah, serta penguatan kapasitas pelaku usaha lokal sehingga mampu bersaing di pasar pariwisata yang semakin kompetitif.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengakui potensi wisata alam, budaya dan kopi yang ada di wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati di Wamena, Jumat (7/8) mengatakan potensi wisata di Papua Pegunungan khususnya Kabupaten Jayawijaya sangat luar biasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami tadi bersama dengan pak Menteri Koperasi, bupati dan wakil bupati Jayawijaya mengunjungi desa (kampung) wisata di Kumukima dan melihat Mumi di desa wisata Aikima, dan sangat senang sekali dengan kunjungan perdana ini di Wamena," katanya.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan tahun ini menyelenggarakan konsep Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 sangat luar biasa karena selain ada atraksi budaya tetapi juga ada Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion.
"Kami sangat senang sekali bisa hadir di sini dan menyaksikan persiapan dan penyelenggaraan FBLB ke-34 tahun 2026 dengan adanya atraksi budaya dan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion tahun 2026," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menjelaskan potensi wisata alam, budaya dan kopi di Kabupaten Jayawijaya sangat luar biasa maka perlu didorong untuk menjadi pendapatan bagi daerah dan masyarakat
"Ada begitu besar potensi wisata utamanya kekayaan adat dan budaya yang ada di sini seperti di desa wisata Kumukima dan Aikima. Kami juga melihat potensi kopi di sini dan itu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dijahit bersama untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan yang datang ke sini," katanya.
Dia berharap dengan kolaborasi bersama antara pemerintah daerah dan Kemenpar RI, ke depan jumlah wisatawan yang datang menyaksikan FBLB maupun potensi wisata alam, budaya di tempat ini semakin baik.
"Dengan kolaborasi bersama maka dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan mensejahterakan masyarakat asli di Jayawijaya maupun Papua Pegunungan secara umum dari sektor pariwisata maupun agrowisata," ujarnya.
Potensi agrowisata, kata dia di Jayawijaya ada kopi, nenas yang sangat luar biasa maka perlu dukungan penuh pemerintah daerah dan pusat untuk mendorong berbagai potensi ini menjadi daya tarif wisatawan ke daerah ini.
"Kami berharap ke depan sektor pariwisata dapat terus bertumbuh dengan kekuatan akar budaya yang ada di sini maka perlu dijaga dan dirawat baik," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!