Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hebat, Dua Siswa Sekolah Rakyat Wakili Indonesia di Forum Anak ASEAN ke-9

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hebat, Dua Siswa Sekolah Rakyat Wakili Indonesia di Forum Anak ASEAN ke-9 Doc: Kemensos
Ket. Misfan Nazriel Faturrahman, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, dan Jasmia Kusuma Dewi, siswi Sekolah Rakyat DKI Jakarta, bersama dua delegasi lainnya dari Forum Anak Nasional, mewakili Indonesia dalam forum ACF di Malaysia

BEKASI - Dua siswa Sekolah Rakyat menjadi delegasi Indonesia pada 9th ASEAN Children's Forum (ACF), forum anak tingkat regional yang mempertemukan perwakilan anak dari negara-negara ASEAN untuk membahas perlindungan anak.

Mereka adalah Misfan Nazriel Faturrahman, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, dan Jasmia Kusuma Dewi, siswi Sekolah Rakyat DKI Jakarta. Bersama dua delegasi lainnya dari Forum Anak Nasional, keduanya mewakili Indonesia dalam forum bertema Shielding ASEAN Childhood: Say No to Violence yang berlangsung pada 4-5 Agustus 2026 di Putrajaya, Malaysia secara hybrid.

Forum yang diselenggarakan di bawah koordinasi Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development (SOMSWD) tersebut menjadi wadah bagi anak-anak ASEAN untuk bertukar pengalaman, menyampaikan pandangan, sekaligus menyusun rekomendasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak yang akan menjadi masukan bagi kebijakan perlindungan anak di kawasan ASEAN. 

Misfan dan Jasmia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara daring dari Aston Imperial Bekasi dengan didampingi guru Sekolah Rakyat serta mentor dari Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Selama forum berlangsung, Misfan dan Jasmia bersama para delegasi lain mengikuti presentasi, diskusi kelompok, hingga penyusunan rekomendasi bersama mengenai kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah, keluarga, ruang digital, dan masyarakat. 

Pada forum tersebut, delegasi Indonesia mempresentasikan lima bentuk kekerasan terhadap anak yang menjadi perhatian di Indonesia, yakni kekerasan fisik, psikologis atau emosional, kekerasan seksual, kekerasan digital, serta penelantaran.

Misfan mengatakan seluruh materi dipersiapkan sendiri oleh keempat delegasi Indonesia. Mulai dari menyusun naskah hingga memastikan seluruh data telah diverifikasi sebelum dipresentasikan di hadapan delegasi negara lain.

"Kita membuat semua dari video, bikin teks, diskusi, dan brainstorming berempat. Kita pakai data-data yang ada dari beberapa kementerian, lalu di-fact check dan double check juga, termasuk memastikan bahasanya sudah benar dan sopan," ujar Misfan.

Persiapan menuju forum juga dilakukan bersama guru pendamping di Sekolah Rakyat selama sekitar satu minggu. Selain memperdalam isu kekerasan terhadap anak, mereka mempelajari istilah-istilah berbahasa Inggris yang berkaitan dengan topik diskusi.

Guru Bahasa Inggris Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Tahta Aulia Pangestika, mengaku bangga melihat anak didiknya mampu tampil membawa nama Indonesia.

"Ini pertama kali juga siswa Sekolah Rakyat bisa ikut dalam forum internasional. Kami banyak melakukan riset kasus-kasus yang terjadi di Indonesia maupun ASEAN. Selama sekitar satu minggu kami fokus brainstorming dan mempelajari istilah-istilah yang akan digunakan dalam forum," kata Tahta.

Bagi Jasmia, kesempatan menjadi delegasi Indonesia sempat membuatnya diliputi rasa gugup. Namun pengalaman tersebut justru menjadi titik balik yang menumbuhkan rasa percaya diri.

"Sebelumnya saya benar-benar deg-degan karena ini pertama kali ikut acara sebesar ini. Tapi ternyata pas hari H tidak semenakutkan itu. Setelah dijalani, ternyata bisa," ujar Jasmia.

Sebelum tampil di forum ASEAN, Jasmia aktif mengikuti berbagai kegiatan di Sekolah Rakyat, mulai dari lomba Bulan Bahasa, berpidato dalam bahasa Inggris, hingga menjadi pembawa acara pada kegiatan Open House Sekolah Rakyat yang dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...

29 Desa di Cilacap Alami Kekeringan

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
29 Desa di Cilacap Alami Ke...
Luar Negeri
Rwanda Kebut Percepatan Per...
Nasional
Menteri UMKM Dorong Perluas...
Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.