Polda Metro Jaya Kerahkan Tim DVI dan Keslap Tangani Kebakaran Gedung Bapenda
📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 13:43 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Polda Metro Jaya mengerahkan Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan kebakaran Gedung Bapenda DKI, Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir pada Jumat (7/8) malam.
"Setiap personel Brimob dituntut selalu siap memberikan respons cepat dalam setiap kondisi darurat. Kami hadir untuk mendukung penanganan kebakaran, membantu pengamanan lokasi, serta memastikan masyarakat tetap terlindungi selama proses berlangsung," kata Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto dalam apel kebangsaan sambut HUT ke-81 RI di Monas Jakarta, Sabtu.
Tim Biddokkes diterjunkan untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan sekaligus mengantisipasi kebutuhan penanganan dan identifikasi korban. Biddokkes juga berkoordinasi dengan Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri.
Berdasarkan pembaruan sementara, terdapat satu korban yang telah dirujuk ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis akibat mengalami hipoksia.
"Biddokkes Polda Metro Jaya terus berkoordinasi dengan unsur terkait di lokasi untuk memastikan dukungan kesehatan dalam proses penanganan kebakaran berjalan optimal," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara, Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan personel dikerahkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi, membuat perimeter pengamanan, serta membantu petugas pemadam kebakaran.
“Prioritas kami memastikan lokasi tetap steril dan masyarakat tidak memasuki area berbahaya. Personel juga membantu proses penanganan kebakaran dan bersiaga di sekitar lokasi,” kata Wahyu.
Kemudian, Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengerahkan 72 personel untuk membantu penanganan dan pengamanan kebakaran Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jakarta Pusat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sat Brimob Polda Metro Jaya juga mengerahkan Tim SAR Batalyon A Pelopor, personel Detasemen Gegana, serta kendaraan Water Cannon untuk membantu proses pemadaman sekaligus mengamankan area sekitar gedung agar penanganan berjalan aman dan lancar.
Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan api dan memastikan area terdampak tetap steril. Pengamanan juga dilakukan untuk mencegah masyarakat mendekati lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Dengan demikian, pengerahan personel dan peralatan merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam merespons situasi kedaruratan.
Masyarakat diimbau tidak mendekati lokasi dan mematuhi arahan petugas agar proses penanganan tidak terhambat.
Apabila menemukan situasi darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi Layanan Kepolisian 110 yang dapat diakses selama 24 jam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!