Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian PKP: Perumnas Kembali Jadi Pemain Utama Perumahan Rakyat

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 17:50 WIB | Oleh:
Kementerian PKP: Perumnas Kembali Jadi Pemain Utama Perumahan Rakyat Doc: antara foto
Ket. Wakil Menteri (wAMEN) Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Fahri Hamzah

JAKARTA - Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Fahri Hamzah menilai pembangunan hunian subsidi Samesta Alonia Kemayoran menandai kembalinya Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) sebagai pemain utama perumahan rakyat untuk mengejar target tiga juta rumah.

Dalam Groundbreaking Tower Hunian Subsidi Samesta Alonia oleh Perumnas di Jakarta, Jumat (7/8), Fahri menyebut pembangunan tersebut bukan sekadar peletakan batu pertama, melainkan momentum kebangkitan Perumnas dalam menghadirkan hunian layak sekaligus mengatasi backlog nasional.

"Ini bukan peletakan batu pertama, tetapi ini adalah penanda kembalinya Perumnas sebagai pemain utama dari perumahan rakyat," kata Fahri.

Menurutnya kehadiran Perumnas sebagai pemain utama perumahan rakyat menjadi bagian penting untuk memastikan penyediaan hunian terjangkau dapat terus diperluas bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Fahri menegaskan target pembangunan tiga juta rumah tetap menjadi komitmen pemerintah dan harus diwujudkan melalui skema pembangunan perumahan yang mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara luas.

Ia menilai target tersebut dapat dicapai karena skala pekerjaan pemerintah bersifat transformatif, sehingga pembangunan perumahan harus ditempatkan sebagai agenda besar untuk memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat.

Fahri berharap kota-kota besar seperti Jakarta ke depan tidak lagi memiliki kawasan kumuh maupun masyarakat yang tinggal di bawah kolong jembatan karena hunian layak harus terjangkau.

Menurutnya, rumah perlu dipandang sebagai hak masyarakat sehingga pemerintah harus menghadirkan hunian yang murah, terjangkau, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Fahri optimistis pemenuhan kebutuhan hunian secara berkelanjutan dapat mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 sebagai negara maju sesuai cita-cita pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan terus mendorong transformasi sektor perumahan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan hunian rakyat berjalan lebih cepat, inklusif, dan berkelanjutan. 

Perum Perumnas memulai pembangunan (groundbreaking) hunian subsidi berbasis rumah susun Samesta Alonia Kemayoran di Jakarta Pusat yang akan menyediakan 609 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Di tempat yang sama, Plt Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan proyek Samesta Alonia Kemayoran merupakan proyek strategis Perumnas sebagai upaya memenuhi kebutuhan hunian layak di kawasan perkotaan.

Proyek itu dibangun melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perbankan Himbara hingga mitra kontraktor. Pembangunan Samesta Alonia menggunakan skema kerja sama dengan kontraktor (turnkey), sehingga tidak memanfaatkan penyertaan modal negara (PMN).

Hunian tersebut dibangun di atas lahan di kawasan Kemayoran dengan tiga tipe unit dan ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi syarat rumah subsidi, yakni pembeli rumah pertama dengan batas penghasilan maksimal Rp12 juta per bulan bagi lajang dan Rp14 juta bagi yang telah berkeluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.