Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Bentuk Tim Ad Hoc

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 10:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembangunan Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Bentuk Tim Ad Hoc Doc: Kemensos
Ket. Wamensos Agus Jabo Priyono memimpin rapat pembentukan TP2SR di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

JAKARTA - Pembangunan Sekolah Rakyat dikebut. Kementerian Sosial (Kemensos) membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat (TP2SR) sebagai tim ad hoc untuk mengawal percepatan pembangunan sekolah permanen.

Pembentukan TP2SR ini sebagai tindak lanjut atas mandat Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf untuk mengawal pembangunan Sekolah Rakyat permanen di lokasi-lokasi rintisan, sebab terdapat 61 tempat yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam kuota 100 tempat pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akibat kendala administratif lahan.

"Kalau tahun ini kita tidak bisa memastikan pembangunannya, potensi untuk ditutup di tahun depan besar sekali karena gedungnya sudah tidak mencukupi," ujar Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Ia menyebut puluhan lokasi Sekolah Rakyat rintisan tersebut menjadi prioritas mendesak karena telah beroperasi menggunakan fasilitas sementara yang kapasitasnya hanya diproyeksikan bertahan maksimal satu tahun.

Menurut dia, jika gedung permanen tidak dieksekusi tahun ini, puluhan sekolah rintisan tersebut terancam ditutup akibat tidak mampu lagi menampung siswa baru.

Sebagai upaya tindak lanjut, TP2SR Kemensos akan menggelar Desk Evaluation pada 12 Agustus 2026 mendatang. Kegiatan ini akan mempertemukan 57 pemerintah daerah yang menaungi 61 SR rintisan tersebut. Pertemuan ini juga dalam rangka membangun sinergi lintas kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian PU, Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK, Kementerian Pertanian, Kemendagri, hingga Perhutani.

"Tugas kita adalah memastikan titik-titik ini sudah ada persiapan lahannya. Tolong didata dan diidentifikasi status lahannya, siapa yang sudah mengusulkan, apa masalahnya, dan keterkaitannya dengan kementerian apa saja. Itu harus sudah ada identifikasi," ujarnya.

Agus Jabo menegaskan bahwa pembentukan tim tersebut untuk melakukan pendampingan, pengendalian, dan pemantauan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat secara berkelanjutan.

"Hari Senin (10/8) kita akan Zoom (meeting) dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga agar mereka menyiapkan data sebelum desk. Setelah itu tim ini menyusun program percepatan, dan kita minta SK agar bisa segera bekerja," ucapnya.

Sekretaris Sekretariat Bersama Program Sekolah Rakyat Herman Koswara ditunjuk sebagai ketua TP2SR. Tim ini akan bekerja menyiapkan data, mengoordinasikan penyelesaian persoalan di daerah, serta melakukan pendampingan hingga proses pembangunan dimulai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.