Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Saat Bersihkan Kotoran Tikus, untuk Hindari Hantavirus

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada Saat Bersihkan Kotoran Tikus, untuk Hindari Hantavirus Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Jakarta Barat, Senin (18/5).

JAKARTA – Hantavirus senang berkembang di area kotoran tikus. Maka, saat membersihkan kotoran tikus warga mesti berhati-hati untuk menghindari hantavirus. “Waspada saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus guna menghindari penyebaran Hantavirus,’ tandas Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati.

“Yang perlu diwaspadai adalah pada saat masyarakat membersihkan tempat-tempat yang memang di situ indikasi ada banyak tikus, harus ada kewaspadaan karena penularannya bisa melalui aneka macam cara,” ujar Ani, Senin.

Dia menyebutkan, apabila kotoran, air liur, maupun kencing tikus tersebut bercampur dengan partikel udara dan terhirup, maka virus tersebut dapat menyebar. Terlebih, apabila seseorang melakukan kontak langsung dengan sekresi tikus yang terkontaminasi Hanta atau kemudian secara langsung digigit oleh tikus.

Untuk itu, Ani mengimbau jika ingin membersihkan area yang terdapat kotoran tikus, masyarakat perlu memastikan ventilasinya baik. Selain itu, dia juga mengingatkan agar tidak membersihkan kotoran tersebut dalam keadaan kering.

“Jadi, harus disemprot dulu dengan disinfektan. Kalau di rumah, kita bisa menggunakan cairan pemutih yang biasa sebagai disinfektan, sebelum dibersihkan kotorannya,” ujar Ani. Sebelumnya, Ani juga mengimbau agar masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menghindari penyebaran Hantavirus.

“Cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Kemudian, kalau kita berada di tempat-tempat yang kemungkinan terkontaminasi atau bekerja di tempat-tempat kotor dan kemungkinan ada tikus, jangan lupa memakai masker dan pengaman lain,” ungkap Ani.

Dia pun mengingatkan agar masyarakat tidak panik menghadapi virus tersebut. Menurut Ani, virus tersebut bukan merupakan virus yang baru ditemukan seperti pandemi Covid-19. Ia mengungkapkan virus tersebut sudah dimonitor setiap tahun.

Limbah Kurban

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta mengingatkan masyarakat yang memotong hewan kurban agar memisahkan sampah sisa pemotongan hewan sebelum membuangnya.
Imbauan tersebut sesuai dengan Instruksi Gubernur Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 terkait dengan Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang resmi berlaku sejak 10 Mei 2026.

“Kebanyakan sisa pemotongan hewan kurban 90 persen sampah organik. Sampah-sampah organik tersebut harus dikumpulkan terlebih dahulu, kemudian dipisahkan dari sampah anorganik,” kata Kepala Dinas KPKP Jakarta, Hasudungan A Sidabalok.

Limbah organik hewan kurban seperti kotoran, isi perut (jeroan), dan darah dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna sehingga sebaiknya tidak dibuang ke saluran umum atau tempat pembuangan sampah umum. “Tetapi dikumpulkan di lubang tertentu yang sudah disiapkan. Kemudian dimanfaatkan menjadi pupuk organik atau kompos,” ujar Hasudungan.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melalui kampanye “Eco Qurban” pada tahun lalu mengimbau pelaksanaan kurban tanpa mencemari dan mengotori lingkungan sekitar baik dalam pelaksanaan maupun setelahnya. Hal ini tertuang dalam Peraturan Gubernur Jakarta Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban.

Pemprov menyarankan agar warga menangani limbah hewan kurban dengan cara menguburnya di dalam lubang tanah, minimal 1 m untuk sapi berbobot 400-600 kg dan minimal 0,3 m untuk kambing berbobot 25-35 kg.

Selain itu, limbah hewan kurban juga dapat diolah kembali dalam bentuk pengomposan dengan komposter, biokonversi maggot Black Soldier Fly. Kemudian dikirim ke tempat pengolahan agar ditangani dengan tepat. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.