Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, KP2MI Jemput WNI Korban Penyekapan di Myanmar

📅 Sabtu, 18 Jan 2025, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, KP2MI Jemput WNI Korban Penyekapan di Myanmar Doc: ANTARA/HO-KP2MI
Ket. Menjemput langsung dua pekerja migran Indonesia yang disekap dan disiksa di Myanmar, di Terminal II F Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (10/1/2025) dini hari.

Tangerang - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjemput kepulangan dua warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya mengaku jadi korban penyekapan dan penyiksaan di Myanmar.

Pemulangan kedua korban yang merupakan rekan mantan anggota DPRD Indramayu itu melalui penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (18/1) dini hari.

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding di Tangerang, mengatakan bahwa kedua korban tersebut berinisial AB dan R, masing-masing berasal dari Langkat, Sumatera Utara dan Semarang.

"Mereka diduga korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan dijadikan scammer/operator judi online," katanya.

Karding mengatakan para korban tersebut sebelumnya telah ditangani sejak awal oleh Kementerian Luar Negeri. Lalu, Kementerian P2MI dan Kementerian Luar Negeri bekerjasama.

"Alhamdulillah, dini hari ini mereka sudah kita terima di Bandara Soekarno-Hatta ini. Dia WNI ini bagian dari enam orang yang ada dan saat ini tersisa empat orang di Myanmar termasuk Rabiin," ujarnya.

Menurut cerita dari R dan AN, kata Karding, pada perusahaan di Myanmar itu mereka mendapat siksaan yang luar biasa. Macam-macam bentuk siksaan itu seperti disetrum, dipukul dengan segala hal.

"Nah yang kami lakukan hari ini adalah menjemput mereka bersama Kementerian Luar Negeri. Lalu diistirahatkan dishelter dan baru besok pagi kita akan periksa secara psikiater dengan mendatangkan ahli jiwa," ujarnya.

Setelah itu, kata dia, pihaknya akan mendokumentasikan prosesnya, sehingga diharapkan mereka nanti memberikan petunjuk. Hal itu dapat membuka ruang untuk pembebasan WNI yang lain.

"Nah, itu yang saya akan lakukan setelah itu. Kita akan serahkan ke Kementerian Sosial untuk rehabilitasi dan seterusnya nanti akan kita pastikan yang bersangkutan ini akan sampai ke rumah dan keluarganya nanti," kata dia.

Sebelumnya, anggota DPRD Indramayu periode 2014-2019 dari Partai Nasdem Robiin mengaku menjadi korban penyekapan dan penyekapan di Myanmar.

Rabiin bersama tiga rekannya membuat video secara sembunyi-sembunyi dengan keterangan kasus yang menimpanya hingga viral.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Luar Negeri
Rusia Tuduh NATO Ingin Jadi...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.