Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 19:50 WIB | Oleh:
Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya Doc: Antara foto
Ket. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan keterangan kepada awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan bahwa penyesuaian antara kebutuhan dunia usaha dan industri dengan kompetensi angkatan kerja baru serta dunia pendidikan diharapkan mampu menekan ketidaksesuaian (mismatch) ketenagakerjaan.

“Maka kemudian kita yang harus dari institusi pendidikan dan tentu didukung oleh pemerintah, kita yang harus terus untuk melakukan penyesuaian agar mismatch yang tadi disebutkan itu tidak terjadi,” kata Menaker saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, mismatch antara kebutuhan industri dengan kemampuan pekerja yang relevan semakin menantang menyusul dinamika ketenagakerjaan global.

Mismatch itu kan memang tantangan yang sudah lama. Jadi tidak hanya di Indonesia, hampir di semua negara. Apalagi ketika di industri sendiri selalu terjadi perubahan terkait dengan proses mereka,” kata Menaker.

“Kemudian adanya disrupsi akibat AI, otomasi, dan seterusnya. Jadi memang di satu sisi, tuntutan dari industri terkait dengan kebutuhan skill pekerja itu semakin cepat berubah,” ujarnya menambahkan.

Menurut Menaker, Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi Nasional merupakan dua program strategis pemerintah untuk mencapai target tersebut.

“Dan kita tidak berbicara terkait dengan normatif. Makanya program pemerintah, Magang Nasional, Pelatihan Vokasi Nasional, sebenarnya tujuan utamanya adalah untuk mengurangi mismatch tadi,” ujarnya.

Tahun ini, pemerintah menargetkan total peserta Magang Nasional sebanyak 150 ribu orang lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi. Sementara, Pelatihan Vokasi Nasional ditargetkan mampu menggaet lebih dari 200 ribu orang peserta.

Ia mengatakan, kedua program ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi angkatan kerja muda mendapatkan pengalaman kerja secara langsung.

“Ini yang kita lakukan dan alhamdulillah hasil evaluasi sampai sekarang kan baik, ya. Tantangan kita untuk terus memperbaiki, agar tujuannya itu nanti adalah mereka bisa terserap di tempat kerja itu peluangnya meningkat,” kata Menaker Yassierli.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
03 Sep 2026, 13:20 WIB.

Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ketenagakerjaan saat ini; tidak bisa dipungkiri bahwa tren adopsi peralatan operasional cerdas di berbagai lini produksi menuntut pencari kerja untuk lebih proaktif melakukan upskilling secara mandiri, sehingga mereka benar-benar siap dan kompeten ketika dihadapkan pada standar kualifikasi ketat yang kini semakin didominasi oleh kendali sistem otomatis.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.