Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Boediono Ungkap Kunci Kebijakan Pemerintah: Rasionalitas Harus Bertemu Otoritas Politik

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 05:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Boediono Ungkap Kunci Kebijakan Pemerintah: Rasionalitas Harus Bertemu Otoritas Politik Doc: Antara
Ket. Wakil Presiden Ke-11 RI Boediono memberikan sambutan saat Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (1/9).

Jakarta - Wakil Presiden Ke-11 RI Boediono menilai kepemimpinan pemerintahan harus mampu menyatukan rasionalitas kebijakan dengan otoritas politik agar kebijakan yang dirumuskan dapat diterapkan secara efektif dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

"Kebijakan ekonomi akan efektif hanya apabila ditopang secara sekaligus oleh dua pilar, yaitu adanya konsep kebijakan yang rasional yang dirumuskan secara sistematis dan teknokratis, dan adanya dukungan dari pemegang otoritas politik untuk melaksanakannya di lapangan," kata Boediono dalam keterangannya saat Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (1/9).

Boediono mengatakan pengalaman pemerintahan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menghadapi krisis keuangan global 2008 dapat menjadi pembelajaran mengenai pentingnya sinergi antara kebijakan teknokratis dan dukungan politik.

Menurut ekonom senior dan Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut, tim ekonomi pemerintahan saat itu merumuskan berbagai langkah menghadapi krisis secara teknokratis, sedangkan SBY memberikan dukungan politik agar kebijakan tersebut dapat segera diterapkan.

Ia menilai konsep kebijakan yang baik tidak akan memberikan dampak apabila tidak memperoleh dukungan politik untuk dilaksanakan.

"Konsep kebijakan yang logis, bagus, dan rasional tapi tidak mendapat dukungan politik hanya akan tinggal konsep indah di atas kertas yang sama sekali tidak mempunyai dampak pada kehidupan nyata," ujar Boediono.

Sebaliknya, Boediono mengingatkan otoritas politik yang tidak ditopang kebijakan rasional dan disusun secara sistematis juga berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak efektif.

"Otoritas politik yang tidak didukung oleh konsep kebijakan yang rasional dan dirumuskan secara sistematik dan teknokratis hanya akan menghasilkan slogan dan impian yang muluk tanpa kenyataan," ujar mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut.

Karena itu, Boediono menilai pendekatan teknokrasi dan politik harus ditempatkan sebagai dua unsur yang saling melengkapi dalam proses pengambilan kebijakan.

"Teknokrasi dan politik harus saling mengisi untuk menghasilkan kebijakan yang efektif. Hanya apabila dua elemen dasar setiap kebijakan, yaitu rasionalitas dan otoritas, menyatu maka kebijakan akan membawa hasil yang diinginkan," katanya.

Ia menekankan kemampuan menyinergikan kedua unsur tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kepemimpinan pemerintahan.

"Menyinergikan rasionalitas dan otoritas bukan pekerjaan mudah. Di sinilah peran kepemimpinan," ujar Boediono.

Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat turut dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanegara, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron, Bendahara Umum Irwan Fecho, serta sejumlah anggota DPR RI.

Kegiatan tersebut dimoderatori Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam dan menghadirkan sejumlah pakar, antara lain Prof. Greg Barton, Prof. Burhanuddin Muhtadi, Yenny Wahid, Prof. Hermanto Siregar, Prof. Siti Zuhro, dan Prof. Hikmahanto Juwana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.