Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 20:19 WIB | Oleh:
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula Doc: Istimewa
Ket. Dalam aksi tersebut, para petani menuntut keadilan atas ketimpangan biaya operasional yang mereka hadapi. Meski aktivitas giling tebu telah memasuki musim ketiga, petani mengaku belum mendapat kepastian kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

JAKARTA — Ratusan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Selasa (1/9). Massa dari berbagai daerah, termasuk rombongan petani asal Cirebon, dengan tertib dan damai turun ke jalan guna menyuarakan keresahan mereka terkait belum adanya penyesuaian harga dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Aksi dimulai di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas) serta area sekitar Istana Negara, sebelum massa melanjutkan konvoi menuju Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Dalam aksi tersebut, para petani menuntut keadilan atas ketimpangan biaya operasional yang mereka hadapi. Meski aktivitas giling tebu telah memasuki musim ketiga, petani mengaku belum mendapat kepastian kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisi ini dinilai sangat memberatkan mengingat harga pupuk dan biaya produksi terus melonjak, sementara harga jual gula dibatasi oleh regulasi.

Dari sejumlah poster dan spanduk yang mereka bawa, para petani menuntut kenaikan HPP Gula dengan menetapkan HPP gula petani menjadi 16.875 rupiah per kilogram, sesuai usulan resmi APTRI yang mempertimbangkan peningkatan Biaya Pokok Produksi (BPP), dan menuntut proses Kredit KUR bagi petani tebu dipermudah. 

Selain itu, peserta aksi juga menuntut pemerintah menghapus Harga Eceran Tertinggi (HET) gula di pasaran, meminta batas minimal rendemen tebu ditetapkan sebesar 8 persen, dan menolak rencana impor gula yang dinilai dapat menekan dan mengganggu penyerapan produksi gula petani lokal.

"Di sini kita menyampaikan aspirasi, mudah-mudahan kementrian terkait, bisa peka, nalurinya terbuka untuk mendengarkan apa yang kami sampaikan," kata salah satu petani yang berorasi.  

"Kami sudah bernegosiasi menyampaikan kepada pihak terkait, namun karena mereka seolah tidak mau peduli, tidak mau mengerti, dan tidak mau merasakan apa yang kami rasakan di lapangan, di tengah-tengah kenaikan harga barang-barang. Makanya kami terpaksa menyampaikan aspirasi ini."

"Kepada Bapak Presiden bukan berarti kami mendemo Bapak Presiden, tapi kami mohon Bapak Presiden, menteri-menteri Bapak, ditatar kembali. Mereka yang tidak peduli kepada petani agar diingatkan pada integritas dan kualitas, agar senantiasa pedulu dengan nasib petani tebu. Semoga Bapak Presiden bisa mendengar kami bahwa menteri-menteri yang tidak peduli bisa diganti dan di-reshufle," ujarnya disambut sorakan peserta aksi yang lain. 

Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen, sebelumnya menegaskan bahwa usulan HPP sebesar 16.875 rupiah per kilogram disusun berdasarkan kondisi riil ekonomi komoditas pangan. Angka ini juga didukung oleh hasil survei BPP dari tim Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional yang menunjukkan perlunya penyesuaian harga di atas HPP saat ini.

Lewat aksi tersebut, massa mendesak jajaran pimpinan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk segera mengevaluasi kebijakan sektor pangan dan memberikan keputusan nyata demi menjamin keberlangsungan hidup serta kesejahteraan para petani tebu di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.