Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 16:30 WIB | Oleh:
Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau Doc: Tangkapan layar streaming YouTube TVR Parlemen
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengarahkan kebijakan pembangunan industri 2027 pada hilirisasi, industri hijau, dan perluasan ekspor. Kebijakan tersebut juga mencakup pengembangan industri bernilai tambah tinggi, peningkatan produktivitas, serta daya saing industri nasional.

Agus menyampaikan arah kebijakan tersebut saat membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) 2027 bersama Komisi VII DPR RI. Arah pembangunan industri itu sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.

“Dalam RKP 2027 pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,8 persen. Sedangkan pertumbuhan industri pengolahan atau manufaktur ditargetkan 5,86 persen atau di atas target pertumbuhan ekonomi,” ujar Agus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8).

Untuk mencapai sasaran tersebut, Kementerian Perindustrian mengarahkan kebijakan pada akselerasi hilirisasi dan pengembangan industri bernilai tambah tinggi. Kebijakan itu juga mencakup peningkatan daya saing industri padat karya dan transformasi menuju industri hijau.

Agus menekankan agenda pembangunan tersebut membutuhkan dukungan kebijakan dan pembiayaan yang memadai. Dukungan itu diperlukan agar seluruh agenda pembangunan industri dapat dilaksanakan secara optimal.

“Agenda-agenda ini membutuhkan dukungan. Baik itu kebijakan dan pembiayaan yang memadai agar semua bisa dilakukan atau dilaksanakan secara optimal,” kata Agus.

Agus turut menyoroti capaian industri pengolahan nonmigas (IPNM) pada triwulan II 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IPNM tumbuh 5,32 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Kinerja manufaktur tercermin dari Manufacturing Value Added atau nilai tambah manufaktur. Berdasarkan data World Bank yang dirilis pada 2025, nilai tambah manufaktur Indonesia mencapai 275,61 miliar dollar AS.

“Di mana kinerja positif industri manufaktur yang tercermin dalam Manufacturing Value Added yang ini dirilis oleh World Bank pada tahun 2025. Nilai tambah manufaktur Indonesia mencatat atau tercapai 275,61 miliar dollar Amerika,” kata Agus.

Indonesia naik ke peringkat ke-12 dunia pada 2025 dari posisi ke-13 pada 2024. Di ASEAN, Indonesia menjadi negara dengan penciptaan nilai tambah manufaktur tertinggi.

Dari sisi kapasitas, utilitas industri pengolahan nonmigas (IPNM) masih berada pada angka 64,8 persen. Kementerian Perindustrian menilai angka tersebut perlu ditingkatkan hingga kisaran minimal 70 persen atau lebih.

“Utilitas IPNM masih pada angka 64,8 persen dan ini masih angka yang perlu kita tingkatkan. Kita perlu tingkatkan hingga kisaran minimal 70% atau lebih,” ucap Agus. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
02 Sep 2026, 10:44 WIB.

Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 dunia dengan pencapaian nilai tambah manufaktur sebesar 275,61 miliar dollar AS patut kita apresiasi tinggi, sehingga fokus Kemenperin pada hilirisasi bernilai tambah di 2027 ini harus segera didukung dengan pemerataan fasilitas pemrosesan industri yang lebih ramah lingkungan agar daya saing ekspor kita semakin tak tertandingi di ASEAN

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tiongkok

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Tertinggal 0-2 da...
Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Megapolitan
Enam Desa Wisata Ditetapkan...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.