Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF, Bank Dunia, IEA Peringatkan akan Terjadi Kelangkaan Bahan Bakar pada Musim Panas Ini

📅 Sabtu, 30 Mei 2026, 09:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
IMF, Bank Dunia, IEA Peringatkan akan Terjadi Kelangkaan Bahan Bakar pada Musim Panas Ini Doc: imf.org
Ket. Pertemuan Tahunan Dewan Gubernur IMF dan Grup Bank Dunia berlangsung pada bulan Oktober di Washington, DC

WASHINGTON - Kepala Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan risiko terhadap keamanan bahan bakar selama bulan-bulan puncak permintaan musim panas jika pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tidak kembali normal.

"Persediaan minyak global sedang dikurangi dengan kecepatan rekor sebagai respons terhadap hilangnya pasokan besar-besaran melalui Selat Hormuz," kata para kepala lembaga tersebut dalam pernyataan bersama pada hari Jumat (29/5).

"Jika arus pengiriman tidak kembali normal, penipisan persediaan minyak global yang terus berlanjut dan cepat menjelang puncak permintaan minyak musim panas di Belahan Bumi Utara akan menimbulkan peningkatan risiko bagi keamanan bahan bakar, kondisi pasar, dan ketahanan ekonomi yang lebih luas."

Perang AS-Israel terhadap Iran telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam konflik, dengan tindakan pembalasan Teheran yang menargetkan sekutu regional Washington dan secara praktis memblokir jalur air utama, yang biasanya dilalui seperlima pasokan energi global.

Pada bulan April, para kepala IMF, Bank Dunia, dan IEA mengumumkan bahwa mereka membentuk sebuah kelompok untuk mengoordinasikan respons lembaga-lembaga tersebut terhadap krisis, khususnya untuk ekonomi yang rentan.

Dalam pernyataan bersama pada hari Jumat, mereka kembali menekankan bahwa lonjakan harga energi dan pupuk akibat perang berdampak tidak proporsional pada negara-negara berpenghasilan rendah.

"Kenaikan harga pupuk menjadi perhatian khusus karena banyak negara memasuki musim tanam," kata mereka.

Pada Pertemuan Musim Semi IMF tahun ini, kepala organisasi tersebut, Kristalina Georgieva, menyoroti bahwa perang telah memaksa pengurangan perkiraan pertumbuhan global.

Dia memperkirakan negara-negara dengan perekonomian rentan akan membutuhkan bantuan keuangan antara 20-50 miliar dolar AS akibat dampak ekonomi dari konflik tersebut.

Minggu ini, Dana Moneter Internasional (IMF) mengumumkan Bangladesh telah meminta paket bantuan keuangan dan IMF sedang dalam pembicaraan untuk mengembangkan program guna membantu negara Asia Selatan tersebut.

Perang telah berdampak luas di seluruh dunia, terutama pada negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas dari Teluk, yang mencakup sebagian besar Asia selatan dan tenggara.

Pasokan pupuk juga terdampak, dan negara-negara yang bergantung pada impor sangat terpukul, dengan ketahanan pangan menjadi perhatian utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
Luar Negeri
Raja Norwegia Harald V Tutu...
Megapolitan
BPJS Kesehatan Jakut Maksim...
Luar Negeri
Raja Norwegia, Harald V, Wa...
Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.