Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI

📅 Senin, 13 Apr 2026, 19:20 WIB | Oleh:
Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI Doc: Dokumentasi Kementerian Perindustrian

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memperkuat struktur otomotif nasional melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Langkah strategis ini bertujuan mempercepat transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik yang memiliki daya saing global.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pendalaman struktur industri kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga. Pemerintah berkomitmen penuh mendorong kemandirian industri nasional agar kontribusi terhadap ekonomi terus meningkat secara signifikan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Dirjen ILMATE), Setia Diarta, menyatakan pemerintah terus mengawal pertumbuhan otomotif. Ia menilai penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) sangat penting guna memastikan kualitas produk dalam negeri kompetitif seraya menegaskan bahwa peningkatan kandungan lokal akan memberikan nilai tambah yang optimal bagi stabilitas perekonomian nasional saat ini.

Ia pun menekankan bahwa penguatan kebijakan tersebut menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan pasar internasional yang ketat.

“Pemerintah akan terus mengawal pertumbuhan industri otomotif nasional agar berkembang sesuai dengan arah kebijakan. Langkah ini penting untuk memastikan industri dalam negeri semakin kompetitif, berdaya saing global,” ujar Setia di Jakarta, Minggu (12/4).

Sementara itu Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay menekankan pentingnya fondasi industri yang mandiri. Menurut dia, setiap investasi manufaktur harus mampu meningkatkan nilai tambah domestik melalui implementasi aturan komponen lokal.

Ia berharap setiap perusahaan otomotif tidak hanya berorientasi pada penguasaan pasar secara umum semata di Indonesia. Ia mendorong adanya tahapan yang terukur dalam penggunaan suku cadang buatan anak bangsa pada setiap unit.

“Kami menekankan pentingnya setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar. Tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap,” ujar Saleh.

QJMotor Manufacture Indonesia berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sepeda motor utama untuk kawasan Asia tenggara saat ini. Perusahaan tersebut sedang mengembangkan rantai pasok lokal guna meningkatkan kualitas produk yang sesuai dengan standar kualitas global. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.