Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 16:23 WIB | Oleh:
Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur Doc: Dokumentasi Kementerian Perindustrian
Ket. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut penciptaan nilai tambah menjadi bagian penting dalam penguatan industri manufaktur nasional. Kementerian Perindustrian menggunakan Manufacturing Value Added (MVA) sebagai ukuran untuk mengukur kinerja manufaktur Indonesia.

Agus menyampaikan hal tersebut dalam pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) 2027 bersama Komisi VII DPR RI. Ia menyebut penciptaan dan penguatan nilai tambah menjadi salah satu fokus Kementerian Perindustrian dalam membina industri manufaktur.

“Selain itu karena kami di Kemenperin yang selalu kita kejar dalam kita membina industri manufaktur yaitu penciptaan nilai tambah. Maka MVA (Manufacturing Value Added) menjadi cara terpenting dalam mengukur kinerja manufaktur yang ada di Indonesia,” ujar Agus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8).

Berdasarkan data World Bank yang dirilis pada 2025, nilai tambah manufaktur Indonesia mencapai 275,61 miliar dollar AS. Angka tersebut meningkat dibandingkan nilai tambah manufaktur pada 2024 yang mencapai 265 miliar dollar AS.

“Di mana kinerja positif industri manufaktur yang tercermin dalam Manufacturing Value Added yang ini dirilis oleh World Bank pada tahun 2025. Nilai tambah manufaktur Indonesia mencatat atau tercapai 275,61 miliar dollar Amerika,” kata Agus.

Capaian nilai tambah tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia pada 2025. Posisi tersebut meningkat dari peringkat ke-13 pada 2024.

Di kawasan Asean, Indonesia menempati posisi tertinggi dalam penciptaan nilai tambah manufaktur. Agus menyebut nilai tambah manufaktur Tailan yang berada di posisi kedua hanya sekitar setengah dari capaian Indonesia.

Selain nilai tambah, industri pengolahan nonmigas (IPNM) mencatat pertumbuhan positif pada triwulan II 2026. Berdasarkan data BPS, IPNM tumbuh 5,32 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Kinerja industri pengolahan nonmigas juga ditopang kontribusi ekspor yang besar. Agus mencatat ekspor IPNM berkontribusi hampir 82 persen terhadap total ekspor nasional.

Dari sisi kapasitas produksi, utilitas IPNM masih berada pada angka 64,8 persen. Agus menyebut tingkat utilitas tersebut perlu ditingkatkan hingga kisaran minimal 70 persen atau lebih.

“Utilitas IPNM masih pada angka 64,8 persen dan ini masih angka yang perlu kita tingkatkan. Kita perlu tingkatkan hingga kisaran minimal 70 persen atau lebih,” ujar Agus.

Agus menekankan penguatan pasar domestik untuk mengoptimalkan penyerapan produk manufaktur nasional. Saat ini, 78,4 persen output produk manufaktur terserap di pasar dalam negeri. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Daerah
Embung Sebayar Jadi Sumber ...
Megapolitan
Al Azhar Galang Donasi untu...

Edukasi bahaya mikroplastik

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Edukasi bahaya mikroplastik
Luar Negeri
Bento Beku Makin Populer di...
Luar Negeri
Sengit dengan Tarif AS, Kan...
Ekonomi
Transaksi video commerce me...
Advertisement
Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.