Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Pelayaran, BMKG Keluarkan Imbauan.

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 15:40 WIB | Oleh:
Waspada! Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Pelayaran, BMKG Keluarkan Imbauan. Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah kapal nelayan dan kapal motor pariwisata berlayar di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para nelayan dan operator moda transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga empat meter yang berisiko mengancam keselamatan pelayaran di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 2-5 September 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra di Jakarta, Kamis, mengingatkan bahaya kondisi gelombang tinggi tersebut, terutama bagi moda transportasi berukuran kecil hingga sedang seperti perahu nelayan dan kapal tongkang.

"Risiko tinggi keselamatan pelayaran wajib diwaspadai oleh perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, serta kapal tongkang jika angin melebihi 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter," kata dia.

Agie menjelaskan peringatan kewaspadaan juga ditujukan kepada pengelola kapal feri penyeberangan saat angin bertiup melebihi 21 knot dengan gelombang di atas 2,5 meter, hingga kapal ukuran besar, seperti kapal kargo dan kapal pesiar jika angin melampaui 27 knot dan gelombang mencapai 4 meter.

Adapun penyebab utama peningkatan tinggi gelombang ini dipicu oleh pergerakan pola angin di kawasan selatan ekuator Indonesia yang bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan cukup tinggi mencapai 5-31 knot, dengan konsentrasi angin terkuat berada di wilayah Laut Jawa dan Selat Makassar bagian selatan.

Berdasarkan pemetaan BMKG, lanjutnya, gelombang setinggi 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di sepanjang perairan Samudera Hindia barat Sumatera (mulai Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, hingga Lampung) serta wilayah perairan Samudra Hindia selatan Banten, Jawa, hingga Bali.

Sementara gelombang sedang di kisaran 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi melanda belasan perairan strategis lainnya, seperti Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, Laut Banda, hingga Laut Arafuru.

BMKG, kata Agie meminta masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan pesisir serta pengguna jasa transportasi laut untuk secara berkala memantau perkembangan cuaca maritim demi keselamatan perjalanan dan aktivitas pelayaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Rona
Koloni Bakteri dari Asap Ro...
Luar Negeri
Konflik AS-Iran Berpotensi ...

Ekonomi Global Masuk Zona Risiko

39 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Ekonomi Global Masuk Zona R...
Luar Negeri
Dunia Berpacu Mengejar Regu...

Krisis Iklim Ancam Produktivitas Kerja

39 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Krisis Iklim Ancam Produkti...
Olahraga
Barcelona Cari Dua Sumber D...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.