Indonesia-Jerman Gandeng Daerah Kelola Sampah, Ekonomi Sirkular Didorong
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim PenulisMelalui GIZ Indonesia & ASEAN, pemerintah Jerman memberikan dukungan kepada Indonesia. Dukungan itu sendiri telah berlangsung selama 50 tahun, dengan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah menjadi salah satu sektor prioritas dalam beberapa tahun terakhir.
“Sepanjang kerja sama tersebut, kami melihat komitmen tinggi dari pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi, maupun di kota/kabupaten. Proyek InCircular dikembangkan dari kebutuhan untuk memperkuat implementasi Peta Jalan Ekonomi Sirkular Indonesia. Karena itu, kami menyambut baik lima kota/kabupaten yang hari ini menyatukan langkah mereka untuk terlibat di Proyek InCircular sebagai wilayah percontohan,” ucap Director Urban Development Cluster, GIZ Indonesia & ASEAN Thomas Foerch.
Sampah plastik dianggap oleh kedua belah pihak menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dalam Laporan Kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), plastik menyumbang sekitar 19 persen dari komposisi sampah nasional pada 2023.
Sementara itu, Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SPISN) 2024 mencatat timbulan sampah di Jawa Timur mencapai sekitar 4,34 juta ton per tahun. Data tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan sekaligus peluang untuk memperkuat pendekatan pengelolaan sumber daya dari hulu ke hilir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Indonesia sendiri terus memperkuat pengelolaan sampah melalui penerapan regulasi Extended Producer Responsibility (EPR). Dalam implementasinya, pemerintah daerah dianggap berperan penting dan strategis untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus mempersiapkan penerapan EPR di wilayah masing-masing.
“Ke depannya, dukungan teknis Proyek InCircular di lima kota/kabupaten percontohan ini akan berfokus pada penguatan kapasitas sistem pengelolaan sampah untuk mempersiapkan implementasi EPR,” ungkap Thomas.
Proyek InCircular yang telah diluncurkan pada November 2025 ini fokus pada penguatan kerangka regulasi, peningkatan kapasitas, memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan, serta peningkatan sistem pengelolaan sampah di provinsi dan kota/kabupaten terpilih.
Kolaborasi teknis yang akan berlangsung hingga 2029 ini diharapkan dapat mendorong terciptanya kebijakan berbasis bukti yang memperkuat ketahanan ekonomi dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!