Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fasilitas Dagang Bakal Dicabut 2027, Kemendag Kebut CEPA RI-Inggris

1 Rabu, 16 Sep 2026, 23:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Fasilitas Dagang Bakal Dicabut 2027, Kemendag Kebut CEPA RI-Inggris Fasilitas Dagang Bakal Dicabut 2027, Kemendag Kebut CEPA RI-Inggris Doc: istimewa
Ket. Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Johni Martha (tengah) melakukan kunjungan kerja ke London pada 7-9 September 2026 untuk memperepat penjajakan Indonesia-UK Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UK CEPA)

JAKARTA– Kementerian Perdagangan (Kemendag) tancap gas mempererat hubungan dagang dengan Inggris. Langkah strategis diambil untuk menyelamatkan akses pasar ekspor Indonesia yang terancam mahal mulai 1 Januari 2027.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Johni Martha, menegaskan percepatan penjajakan Indonesia-UK Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UK CEPA) menjadi kunci.

“Hubungan perdagangan Indonesia dengan Inggris berpotensi besar untuk terus meningkat. Kami telah bertemu dengan sejumlah instansi Pemerintah Inggris dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan perdagangan kedua negara melalui pembentukan I-UK CEPA,” ujar Johni di Jakarta, Kamis (16/9). Adapun dirinya melakukan kunjungan kerja ke London pada 7-9 September 2026.

Desakan pembentukan CEPA ini semakin urgen. Pasalnya, Indonesia tidak lagi memperoleh skema Developing Countries Trading Scheme (DCTS) Inggris mulai 1 Januari 2027 mendatang. Artinya, produk RI akan dikenakan tarif normal dan kalah saing jika tidak ada perjanjian baru.

Di sisi lain, ekspor Inggris ke Indonesia saat ini masih dikenakan tarif Most Favored Nation (MFN) sekitar 6–15 persen, yang juga menjadi bahan negosiasi.

Kemendag memproyeksikan, I-UK CEPA akan mempertajam daya saing kedua negara melalui perluasan akses pasar, penguatan rantai pasok, pengurangan hambatan regulasi, serta pengembangan perdagangan jasa dan investasi.

Selain CEPA, Kemendag juga mengincar dukungan Inggris untuk aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

“Kami juga mengapresiasi dukungan Inggris atas upaya aksesi Indonesia ke CPTPP,” kata Johni.

Untuk mematangkan kesepakatan, Johni memimpin forum bisnis bersama 20 perusahaan dan lembaga think-tank Inggris pada Selasa (8/9). “Masukan dari dunia usaha sangat penting untuk mempercepat pembentukan I-UK CEPA,” tegasnya.

Tak hanya soal tarif, kunjungan Delegasi Kemendag juga menyentuh komoditas strategis. Di markas International Coffee Organization (ICO) di London, dibahas isu kesejahteraan petani kopi skala kecil, pengakuan specialty Robusta Indonesia, hingga tantangan implementasi aturan anti-deforestasi Uni Eropa (EUDR).

“Kami menekankan pentingnya peran ICO dalam menopang kesejahteraan petani kopi yang mayoritas adalah petani kecil. Perlu peran aktif negara produsen kopi besar untuk menciptakan aturan global yang lebih adil dan inklusif,” ujar Johni.

Nilai perdagangan Indonesia–Inggris sendiri tercatat stabil. Sepanjang 2021–2025 naik dari USD 2,57 miliar menjadi USD 2,66 miliar pada 2025. Kedua negara dinilai saling melengkapi: Indonesia dengan pasar besar, SDA melimpah, dan manufaktur kompetitif, sementara Inggris unggul di produk jasa bernilai tinggi, teknologi, dan keahlian lintas sektor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Olahraga
Cleveland Cavaliers Libas M...

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemendag Dorong Mahasiswa J...
Megapolitan
BPBD Bogor: Fenomena Tanah ...
Luar Negeri
AS Pilih Pakistan untuk Men...

Badan Geologi: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Badan Geologi: Gunung Anak ...
Advertisement
Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.