Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Papua Dorong Hilirisasi Hasil Hutan di Sarmi untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Papua Dorong Hilirisasi Hasil Hutan di Sarmi untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat Doc: Antara
Ket. Gubernur Papua Mathius Fakhiri (kemeja kotak-kotak) berbincang dengan Bendahara Koperasi Yora Mekhande Jaya, Jamina Rumbewas (kemeja hitam) dan pekerja Koperasi di gudang kopra.

Jayapura - Gubernur Papua Mathius D Fakhiri mendorong hilirisasi hasil hutan di Kabupaten Sarmi guna memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal dan kehutanan.

"Potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Sarmi belum dikelola secara maksimal oleh sebab itu saya minta Dinas Kehutanan Papua untuk bersama mengelola agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat," kata Fakhiri di Jayapura, Sabtu (16/5).

Menurut Fakhiri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua terus mendorong kabupaten dan kota di wilayah setempat agar terus mengembangkan potensi sumber daya alam yang dimiliki melalui program hilirisasi dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

"Pada Jumat (15/5) kami menyerahkan bantuan kepada dua kelompok tani hutan di mana ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat kampung," ujarnya.

Dia menjelaskan bantuan yang diberikan yakni satu unit rumah produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK) rotan beserta sejumlah peralatan pendukung seperti parang, genset, dan gerobak.

"Dengan pemberian tersebut diharapkan produksi akan digunakan untuk mendukung pengolahan hasil hutan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,"katanya.

Dia menambahkan pihaknya juga meminta agar hasil kayu maupun produk kehutanan lainnya dapat diolah langsung di Sarmi melalui pengembangan industri kehutanan lokal.

“Saya minta Kadis Kehutanan provinsi untuk industri kehutanan itu ada di Sarmi jangan dibawa keluar tapi semua dikelola di sini, agar mendapatkan hasilnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan Kabupaten Sarmi memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Papua karena didukung sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pertambangan. Selain itu, akses transportasi darat, laut, dan udara dinilai menjadi keunggulan strategis bagi pengembangan daerah.

"Kami bakal terus berkolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar pembangunan ekonomi di Sarmi berjalan optimal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.