Pemkab Banjar Dorong Kue Tradisional Jadi Produk Kreatif Bernilai Jual.
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 18:25 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mendorong masyarakat mengembangkan pangan lokal menjadi produk kreatif bernilai jual melalui Lomba Kue Tradisional Kabupaten Banjar 2026 yang digelar di Aula Dinas Pendidikan.
Kegiatan yang digelar bersama Dekranasda Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) tersebut tidak hanya menjadi upaya melestarikan kuliner khas Banjar, tetapi juga mendorong peserta mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan praktis dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha.
Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Banjar Nurgita Tiyas di Martapura, Selasa, mengatakan kreativitas dalam mengolah pangan lokal dapat menjadi peluang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus perekonomian keluarga.
“Untuk melestarikan kuliner tradisional Banjar yang berbahan dasar lokal, salah satunya melalui lomba membuat ayam goreng frozen food. Ini merupakan masakan sederhana yang bisa dihidangkan saat sahur di bulan Ramadhan,” ujar Nurgita saat membuka kegiatan.
Menurut dia, pengolahan ayam menjadi produk frozen food juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menyediakan makanan yang praktis dan tahan disimpan tanpa menggunakan bahan pengawet.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nurgita berharap kegiatan tersebut dapat mendorong perempuan di Kabupaten Banjar untuk terus mengembangkan kemampuan mengolah bahan pangan sekaligus berbagi pengetahuan mengenai produk makanan yang memiliki peluang pasar.
“Semoga kegiatan hari ini mempererat silaturahmi dan kebersamaan kita, menumbuhkan ekonomi kreatif serta memberikan peluang kepada perempuan-perempuan Kabupaten Banjar untuk saling mengedukasi satu sama lain,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Banjar Muhammad Syahid mengatakan lomba tersebut merupakan agenda tahunan untuk menjaga keberadaan makanan khas dan kue tradisional Banjar agar tetap dikenal dan dikembangkan.
“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Disbudporapar yang bertujuan melestarikan budaya Banjar, khususnya makanan khas dan kue tradisional Banjar,” jelas Syahid.
Sebanyak 36 peserta mengikuti lomba yang terdiri atas 28 SKPD, empat perusahaan daerah dan empat unit Forkopimda Kabupaten Banjar.
Peserta berkompetisi dalam empat kategori, yakni asinan ragam buah lokal, kreasi puding ragam buah Indonesia, nasi goreng selimut dan ayam goreng frozen food.
Hasil penilaian menempatkan RSUD Ratu Zalecha Martapura sebagai juara pertama, disusul Setda Kabupaten Banjar sebagai terbaik kedua dan Persit Kodim sebagai terbaik ketiga.
Penghargaan harapan pertama diraih Inspektorat, harapan kedua Dinas Pertanian dan harapan ketiga Kejaksaan Negeri. Kategori favorit diraih Bhayangkari dan Perumda Pasar Bauntung Batuah, sedangkan apresiasi diberikan kepada Gatriwara Kabupaten Banjar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!