Di Tengah Tekanan Ekonomi, BRI Ungkap Bisnis UMKM Kuartal III Masih Menjanjikan
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 17:58 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Prospek bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih terbuka di tengah perubahan pola konsumsi, perkembangan ekonomi digital, dan semakin luasnya akses pasar.
Namun, peluang tersebut tidak otomatis menjadi pertumbuhan usaha. UMKM dituntut semakin adaptif dalam membaca permintaan, memperkuat kualitas produk, memanfaatkan teknologi, serta membangun akses pembiayaan dan pasar agar mampu meningkatkan omzet sekaligus bertahan menghadapi persaingan yang semakin ketat.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat prospek bisnis UMKM pada kuartal III 2026 masih menunjukkan arah yang positif, sebagaimana tercermin dari Indeks Ekspektasi dalam hasil survei.
Indeks Ekspektasi sentimen bisnis pelaku UMKM untuk kuartal III 2026 tercatat sebesar 120,2. Level indeks yang cukup jauh di atas 100 menunjukkan optimisme yang masih kuat terhadap prospek ekonomi, sektor usaha, dan perkembangan usahanya ke depan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/9), menjelaskan prospek bisnis UMKM pada periode tersebut diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meskipun lebih moderat.
Hal ini terutama ditopang oleh peningkatan proyek pemerintah dan swasta yang akan memberikan spillover effect terhadap sektor lainnya serta perekonomian yang tetap tumbuh.
“Di sisi lain, pelemahan daya beli dan El Nino menjadi faktor risiko yang perlu dicermati, khususnya bagi sektor pertanian,” kata Hery.
BRI mencatat bahwa aktivitas bisnis di semua sektor diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meskipun dengan laju yang lebih moderat.
Sektor pertambangan dan konstruksi diperkirakan menjadi penopang seiring semakin banyaknya proyek pemerintah dan swasta yang bergulir.
Menurut hasil survei, sentimen bisnis masih berada di atas 100 pada sebagian besar sektor, dengan konstruksi mencatat kenaikan 7,4 poin menjadi 110,8 dan pertambangan meningkat 1,6 poin menjadi 108,3.
Di samping itu, BRI juga mencatat optimisme terhadap prospek usaha tersebut juga tercermin dari aktivitas investasi UMKM yang tetap tumbuh dengan indeks berada di atas 100.
Hal ini menunjukkan bahwa di tengah moderasi aktivitas bisnis, pelaku UMKM masih memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi dan keberlanjutan usahanya.
Untuk kuartal II 2026, Indeks Bisnis UMKM tercatat sebesar 102,1 atau berada pada fase ekspansif. Hery mengatakan, terjaganya aktivitas bisnis UMKM pada kuartal II 2026 ditopang oleh sejumlah faktor.
Lebih lanjut, faktor tersebut mulai dari perekonomian yang tetap tumbuh positif, panen raya tanaman pangan dan harga produk pertanian yang baik, mulai bergulirnya proyek pemerintah dan swasta, kondisi cuaca yang kondusif, hingga penyaluran bantuan sosial yang tetap agresif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!