Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda Sumsel Jadikan Desa sebagai Garis Terdepan Pencegahan Karhutla

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 17:57 WIB | Oleh:
Polda Sumsel Jadikan Desa sebagai Garis Terdepan Pencegahan Karhutla Doc: Dokumentasi Humas Polri

PALEMBANG – Polda Sumatera Selatan memperkuat pencegahan karhutla dengan menjadikan desa sebagai garis terdepan. Edukasi, deteksi dini, dan kolaborasi lintas instansi digerakkan sebelum kebakaran berkembang semakin luas.

Strategi tersebut telah disiapkan sejak awal tahun karena karhutla menjadi ancaman berulang setiap musim kemarau. Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa dilibatkan langsung untuk menjangkau masyarakat di wilayah rawan.

“Karhutla merupakan siklus yang terjadi setiap tahunnya, sehingga kami mempersiapkannya sejak awal tahun. Pada Februari, Kapolri juga hadir mengecek langsung kesiapsiagaan karhutla,” ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, dalam keterangannya, Selasa (25/8).

Menurut Sandi, pencegahan menjadi bagian utama agar kebakaran tidak selalu ditangani ketika api sudah membesar. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai risiko membuka lahan pertanian menggunakan cara pembakaran.

Edukasi dilakukan langsung melalui unsur kewilayahan yang sehari-hari berinteraksi dengan masyarakat. Pendekatan tersebut memungkinkan potensi kebakaran dikenali lebih cepat sebelum berkembang menjadi ancaman lebih besar.

Langkah di tingkat desa juga diperkuat melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagai landasan koordinasi. Aparat kemudian membangun pola kerja bersama pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat di lapangan.

Kolaborasi tidak berhenti ketika kebakaran berhasil dikendalikan atau titik api mulai menghilang. Pemantauan serta rehabilitasi tetap dilakukan untuk memastikan kawasan terdampak tidak kembali terbakar.

Sandi mengatakan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari strategi menyeluruh menghadapi musim kemarau. Pencegahan, penanganan, hingga pemulihan dirancang berjalan dalam satu pola koordinasi yang saling terhubung.

Upaya tersebut turut dibahas dalam rapat penanggulangan karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Palembang. Pertemuan melibatkan Kapolri, Panglima TNI, Menteri Dalam Negeri, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam forum itu, Polda Sumsel menekankan bahwa pemadaman bukan satu-satunya ukuran keberhasilan penanganan karhutla. Pencegahan sebelum munculnya api justru menjadi bagian penting untuk menekan risiko kabut asap.

Kesadaran masyarakat juga dinilai menentukan karena sebagian kebakaran dapat bermula dari aktivitas pembukaan lahan. Karena itu, pendekatan persuasif tetap dikedepankan sebelum langkah hukum menjadi pilihan terakhir.

“Penegakan hukum adalah langkah terakhir, sedangkan yang paling utama adalah pencegahan. Masyarakat jangan membakar lahan dengan alasan apa pun,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Masyarakat turut diminta segera melaporkan setiap titik api kepada Bhabinkamtibmas atau kepolisian terdekat. Kecepatan laporan membantu petugas bergerak sebelum api meluas dan semakin sulit dikendalikan.

Pola penanganan tersebut diarahkan untuk membangun kesiapsiagaan sejak tingkat paling dekat dengan masyarakat. Desa menjadi titik penting untuk memperkuat edukasi sekaligus mendeteksi perubahan kondisi lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
WHO Ajukan Pendanaan Tambah...

Banjir Bandang Menerjang 22 Desa Aceh

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Banjir Bandang Menerjang 22...
Luar Negeri
AS Perpanjang Pembatasan Vi...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.