Ruben Amorim Tak Gentar Dikritik, AC Milan Bidik Kemenangan atas Benfica
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 17:20 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: AFP
JAKARTA - Pelatih AC Milan Ruben Amorim tidak mempermasalahkan kritik yang muncul setelah timnya mengawali musim Serie A 2026/27 tanpa kekalahan. Jelang menghadapi Benfica pada laga pembuka fase liga Liga Europa, Amorim menegaskan dirinya tetap fokus membawa Rossoneri meraih kemenangan.
Milan belum menelan kekalahan pada awal kompetisi domestik musim ini. Namun, dua hasil imbang beruntun melawan Juventus dan Lazio memunculkan perdebatan di kalangan pendukung Rossoneri mengenai performa tim serta awal kepemimpinan Amorim.
Pelatih asal Portugal tersebut memahami besarnya ekspektasi yang melekat pada klub sebesar AC Milan. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari pekerjaan seorang pelatih ketika menangani klub dengan sejarah besar di sepak bola Eropa.
"Menurut saya, menerima kritik adalah hal yang normal dan saya tidak khawatir. Terkadang saya ingin melindungi para pemain dan itulah yang ingin saya lakukan. Pengalaman melewati masa-masa sulit di klub lain memberi Anda pengalaman. Itulah harga yang harus dibayar ketika menjadi pelatih klub besar, jadi saya sangat memahami hal tersebut. Saya akan melakukan semuanya dengan cara saya dan saya rasa semua orang sudah memahami hal itu," ujar Amorim kepada Sky Sport Italia.
Amorim kini mengalihkan perhatian ke pertandingan Liga Europa melawan Benfica yang akan berlangsung di San Siro. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Milan untuk memulai perjalanan di kompetisi Eropa dengan hasil positif di hadapan pendukung sendiri.
Mantan pelatih Manchester United itu juga menolak anggapan bahwa Milan memiliki target minimal di Liga Europa. Bagi Amorim, klub sebesar Milan memiliki tuntutan tinggi sehingga target yang ditetapkan bukan sekadar mencapai batas tertentu dalam sebuah kompetisi.
"Di klub besar seperti Milan, tidak ada istilah target minimum. Anda menang atau tidak menang dan jika tidak menang, akan ada kritik. Satu-satunya tujuan adalah menang untuk menghindari kritik tersebut. Itu pengalaman saya. Saya juga mengalaminya di Portugal, ketika Anda tidak mencapai final atau tidak menang, hal itu dianggap sebagai kegagalan," kata Amorim.
Pertandingan melawan Benfica juga memiliki nilai emosional bagi Amorim. Ia pernah menghabiskan sebagian besar karier bermainnya bersama klub asal Lisbon tersebut sehingga pertemuan di San Siro akan mempertemukannya dengan salah satu bagian penting dalam perjalanan sepak bolanya.
Meski memiliki hubungan emosional dengan Benfica, Amorim memastikan fokus profesional tetap menjadi prioritas ketika pertandingan dimulai. Ia ingin seluruh perhatian diarahkan pada upaya membantu Milan meraih kemenangan.
"Jelas pertandingan ini sedikit istimewa, tetapi sejujurnya saya hanya ingin menang. Saya merasakan kegelisahan yang sama ketika bermain bersama Benfica maupun menghadapi tim lain. Saya merasa bertanggung jawab untuk membantu tim meraih kemenangan. Ini sulit dan istimewa, tetapi yang terpenting adalah menang," ungkap Amorim.
Perubahan format Liga Europa juga membuat pertandingan kandang pertama memiliki arti penting bagi Milan. Amorim ingin timnya memanfaatkan atmosfer San Siro sekaligus memberikan pengalaman pertandingan Eropa yang positif bagi para pendukung.
"Pertama-tama, kami memulai musim dan hanya memainkan satu pertandingan di kandang. Kami ingin merasakan atmosfer istimewa dari pertandingan pertama. Kami tahu apa artinya bagi penggemar kami ketika bermain di Eropa dan itu sangat penting. Di masa depan kami ingin bermain di Liga Champions, tetapi kami harus berkonsentrasi pada kompetisi ini dan itu akan sulit," ujar Amorim.
Pernyataan tersebut menunjukkan Amorim tidak ingin Milan menganggap Liga Europa sebagai kompetisi yang dijalani sambil menunggu kesempatan kembali ke Liga Champions. Ia meminta skuadnya memberikan perhatian penuh terhadap kompetisi yang sedang diikuti dan menghadapi setiap pertandingan dengan target kemenangan.
Duel Milan kontra Benfica juga menjadi laga menarik karena mempertemukan Amorim dengan klub yang memiliki ikatan kuat dalam perjalanan kariernya. Namun, sang pelatih memastikan faktor emosional tersebut tidak akan mengubah pendekatannya ketika berada di pinggir lapangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!