Udinese Bisa Kejutkan Kebangkitan Inter
📅 Senin, 14 Sep 2026, 06:48 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraMILAN — Inter Milan tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan dari Real Madrid. Setelah kehilangan catatan sempurna di awal musim akibat takluk 1-2 di Santiago Bernabeu, tim juara bertahan Serie A harus segera mengalihkan perhatian ke kompetisi domestik. Udinese menjadi lawan berikutnya yang datang ke San Siro, Selasa (15/9) dini hari WIB.
Kekalahan dari Real Madrid di Liga Champions menjadi noda pertama Inter musim ini. Dua kesalahan di lini belakang membuat Kylian Mbappe dan Federico Valverde membawa Madrid unggul dua gol sebelum Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan. Inter kemudian berusaha mengejar, tetapi gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Nerazzurri dari kekalahan.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, memilih melihat sisi positif dari penampilan timnya di Madrid. Menurutnya, Inter tetap menunjukkan keberanian meski harus membayar mahal kesalahan individu.
“Saya tidak marah. Saya justru senang dengan keberanian dan kepribadian yang kami tunjukkan, serta cara tim melewati momen sulit,” ujar Chivu. Dia menegaskan, yang terpenting baginya adalah bagaimana pemain bereaksi setelah melakukan kesalahan.
“Kami mencoba tampil dominan dan menjalankan rencana permainan dengan baik. Itu membuat saya optimistis terhadap masa depan tim ini. Kami tidak memilih bertahan dan menunggu, tetapi berani beradu dengan Real Madrid,” jelas Chivu.
Kini, tantangan Chivu adalah memastikan kekecewaan di Madrid tidak mengganggu konsentrasi Inter di Serie A. Sebelum menghadapi AS Roma dalam laga yang berpotensi menentukan persaingan papan atas, Inter harus lebih dulu melewati Udinese.
Di kompetisi domestik, performa Inter masih sempurna. Tiga pertandingan pertama Serie A semuanya berakhir dengan kemenangan. Monza dihantam 4-1, Cagliari ditundukkan 1-0, sebelum Napoli menjadi korban comeback dramatis dengan skor 3-2.
Dalam pertandingan melawan Napoli, Inter bahkan sempat tertinggal dua gol. Namun, Lautaro Martinez kembali menjadi penyelamat. Kapten Inter mencetak dua gol yang mengapit gol penyama kedudukan Marcus Thuram. Gol kedua Martinez lahir pada masa injury time sekaligus memastikan Inter mempertahankan rekor 100 persen di Serie A.
Delapan gol telah dilesakkan Inter dalam tiga pertandingan, gawang mereka baru tiga kali kebobolan. Statistik itu memperlihatkan betapa agresifnya pasukan Chivu ketika bermain di kompetisi domestik. San Siro juga menjadi benteng yang sulit ditembus. Sepanjang 2026, Inter rata-rata mencetak 2,8 gol setiap pertandingan Serie A di kandang. Mereka juga memiliki catatan dominan atas Udinese dengan memenangi 18 dari 23 pertemuan terakhir di liga.
Namun, Udinese bukan datang tanpa modal. Musim lalu, mereka justru mampu mempermalukan Inter di San Siro dengan kemenangan 2-1. Hasil itu sekaligus mengakhiri rentetan tujuh kekalahan beruntun Udinese ketika bertandang ke markas Nerazzurri.
Secara keseluruhan, Udinese juga cukup tangguh dalam pertandingan tandang. Dalam enam laga tandang terakhir sejak penghujung musim lalu, mereka meraih empat kemenangan. Salah satunya terjadi pada awal musim ini.
Tim asuhan Kosta Runjaic sempat menjalani start positif dengan melewati dua pertandingan Coppa Italia dan menjaga rekor tidak terkalahkan dalam dua laga awal Serie A. Mereka bermain imbang 1-1 melawan Como dan menang 3-2 di markas Monza.
Namun, momentum itu terhenti ketika Lazio melakukan comeback di Udine. Sempat unggul melalui kapten Jesper Karlstrom, Udinese akhirnya menyerah 1-2 setelah Lazio mencetak dua gol pada 15 menit terakhir.
Kondisi Tim
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!