Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PT Pertamina Pastikan Stok BBM di Wilayah Maluku Masih Aman

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 09:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
PT Pertamina Pastikan Stok BBM di Wilayah Maluku Masih Aman Doc: ANTARA
Ket. Petugas SPBU melayani pengisian Bahan Bakar Minyak di salah satu SPBU di kota Ambon.

AMBON – PT Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Maluku masih aman untuk beberapa hari ke depan meski terjadi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setelah kenaikan harga BBM.

Sales Area Manager Retail Maluku, Aria Aditya, mengatakan antrean di sejumlah SPBU lebih banyak dipengaruhi konsumen yang datang secara bersamaan pada waktu tertentu.

"Untuk ketersediaan stok BBM saat ini masih dalam kondisi aman untuk beberapa hari ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kelangkaan BBM di wilayah Maluku," katanya di Ambon, Selasa (15/9).

Menurut dia, Pertamina telah mengambil sejumlah langkah mitigasi untuk mengurangi penumpukan antrean di SPBU.

"Antrean yang terjadi di beberapa SPBU lebih banyak dipengaruhi oleh konsumen yang datang secara bersamaan pada waktu tertentu. Kami telah mengambil sejumlah langkah mitigasi untuk mengurangi penumpukan antrean di SPBU," jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengatakan koordinasi diperlukan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mencegah antrean kendaraan berkembang menjadi persoalan lalu lintas dan ketertiban umum.

"Yang perlu kita lakukan adalah melihat secara utuh apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Kita harus mengelolanya dengan baik sehingga potensi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan dapat kita cegah dengan cepat dan tepat," kata Dadang.

Dadang mengatakan kenaikan harga BBM memunculkan dinamika di lapangan, termasuk meningkatnya aktivitas masyarakat di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui koordinasi antara pemerintah, TNI-Polri, Pertamina, dan pengelola SPBU.

"Kita memahami kondisi masyarakat kita. Pascakenaikan harga BBM, tentu ada dinamika di lapangan. Antrean panjang di SPBU dapat terjadi dan apabila tidak dikelola dengan baik, antrean bisa sampai ke ruas jalan utama dan mengganggu pengguna jalan lainnya," ujarnya.

Kapolda meminta koordinasi tidak hanya berfokus pada pengaturan antrean, tetapi juga mencakup ketersediaan stok, kelancaran distribusi, pengawasan penyaluran, dan pelayanan kepada masyarakat.

"Kita perlu mendapatkan informasi yang jelas dan terkini dari Pertamina mengenai ketersediaan stok BBM di wilayah Maluku. Dengan informasi yang akurat, kita bisa mengatur langkah secara efektif sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat," jelas Dadang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Korut Luncurkan Sejumlah Mi...
Rona
Dua Bagian Bertolak Belakan...

Gampang SSK Harus Dirasakan Warga

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.