Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Desil Bukan Sekadar Deretan Angka, Melainkan Potret Buruk Sistem Pemutakhiran Data dan Kaburkan Keadilan Sosial

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 18:24 WIB | Oleh:
Desil Bukan Sekadar Deretan Angka, Melainkan Potret Buruk Sistem Pemutakhiran Data dan Kaburkan Keadilan Sosial Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya
Ket. Petugas melayani warga yang mengecek status bantuan sosial melalui gawai saat uji coba perlindungan sosial digital di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (4/9). Pemkot Surabaya memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta menindaklanjuti 3.283 keluhan data desil guna memastikan bantuan tepat sasaran.

SURABAYA, JAWA TIMUR - Di balik setiap angka, ada kehidupan yang terus bergerak. Pekerjaan dapat berubah, pendapatan naik atau turun, anggota keluarga bertambah, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.

Karena itu, data kesejahteraan bukan sekadar deretan angka, melainkan gambaran tentang manusia yang kehidupannya selalu mengalami perubahan.

Di Kota Surabaya, Jawa Timur, sekitar 3.283 warga mengajukan keluhan karena posisi desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dinilai belum sesuai dengan kondisi mereka.

Angka tersebut bukan sekadar daftar keberatan administratif. Di baliknya ada keluarga yang merasa kehidupannya telah berubah, tetapi belum sepenuhnya terbaca dalam sistem.

Ada pula kemungkinan data lama masih menggambarkan keadaan yang sudah berbeda dengan kondisi hari ini. Karena itulah, persoalan desil tidak cukup dilihat sebagai perdebatan mengenai angka yang naik atau turun. Yang lebih penting ialah bagaimana negara memastikan data tetap sejalan dengan kenyataan.

Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya tidak serta-merta mengubah posisi desil warga. Hingga awal September 2026, keluhan yang masuk melalui Dinsos, kelurahan, kecamatan, maupun kanal pengaduan wali kota ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pemerintah daerah mengusulkannya kepada pemerintah pusat untuk dimutakhirkan.

Di titik ini, 3.283 keluhan justru dapat dibaca sebagai mekanisme koreksi sosial. Data bukan benda mati yang selesai sekali dibuat. Data harus diuji, diperbarui, dan disesuaikan ketika kehidupan warga berubah.


Dampak kebijakan

Persoalan menjadi penting karena desil bukan sekadar angka statistik. Posisi tersebut digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran berbagai intervensi pemerintah. Di Surabaya, misalnya, data desil menjadi pertimbangan dalam program perlindungan sosial dan pendidikan.

Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pemberian Bantuan Biaya Perkuliahan/Pendidikan, yang kemudian diubah melalui Perwali Nomor 33 Tahun 2026, mengatur bantuan pendidikan bagi masyarakat Surabaya dari keluarga miskin atau pramiskin maupun yang masuk Desil 1 hingga 5 DTSEN.

Artinya, perubahan posisi dalam data dapat memiliki konsekuensi nyata bagi sebuah keluarga. Keluarga yang beberapa waktu lalu masih mampu membiayai kebutuhan pendidikan belum tentu memiliki kemampuan yang sama pada hari ini. Pekerjaan dapat hilang, usaha dapat berhenti, pendapatan menurun, anggota keluarga bertambah, atau kebutuhan kesehatan meningkat.

Sebaliknya, keluarga yang dahulu membutuhkan bantuan juga dapat mengalami peningkatan kesejahteraan. Anak memperoleh pekerjaan, usaha berkembang, pendapatan meningkat, atau kondisi ekonomi rumah tangga membaik.

Karena itu, pertanyaan mengenai desil semestinya tidak berhenti pada siapa yang berada di kelompok tertentu. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah seberapa cepat sistem mengenali perubahan tersebut dan menerjemahkannya menjadi kebijakan yang tepat.

Jika pemutakhiran terlalu lambat, data berpotensi tertinggal dari kehidupan warga. Di satu sisi, bantuan dapat salah sasaran. Di sisi lain, keluarga yang benar-benar membutuhkan dapat terlambat memperoleh intervensi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...

Semburan asap di Pasar Baru

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru

Antisipasi dampak abu vulkanik di TMII

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.