Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

BMKS Jangan Jadi Pasar Gelap, Ekonom Tekankan Transparansi Harga

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKS Jangan Jadi Pasar Gelap, Ekonom Tekankan Transparansi Harga Doc: ANTARA/HO-Harita Nickel
Ket. Pabrik nikel di Kawasan Industri Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

JAKARTA – Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan transparansi perdagangan komoditas mineral Indonesia.

Kehadiran bursa ini diharapkan dapat menciptakan mekanisme perdagangan yang lebih terukur, meningkatkan kepastian harga, serta memperkuat posisi Indonesia dalam mengelola kekayaan mineral strategis di tengah meningkatnya kebutuhan pasar global.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli mengingatkan pentingnya transparansi data dan likuiditas tinggi untuk mempersempit ruang manipulasi dalam proses pembentukan harga (price discovery) di bursa mineral dan komoditas strategis (BMKS).

"Regulator selaku pengawas harus memastikan data itu transparan untuk mempersempit ruang manipulasi," kata Dipo saat dihubungi di Jakarta, Selasa (8/9).

Dipo menambahkan bahwa likuiditas pasar juga harus tinggi. Kondisi tersebut masih memungkinkan untuk beberapa komoditas seperti batu bara dan CPO karena terdapat banyak pemain menengah.

Namun, kondisi tersebut akan lebih sulit diterapkan pada feronikel karena industrinya sudah terkonsentrasi di China dengan jumlah pemain yang relatif sedikit.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bursa komoditas pada dasarnya merupakan arena price discovery, sehingga harga yang terbentuk harus mencerminkan kondisi penawaran dan permintaan di pasar.

Namun, ketika Indonesia sudah terlanjur mewajibkan harga batu bara acuan (HBA), misalnya, muncul persepsi bahwa harga komoditas di Indonesia ditetapkan secara administratif oleh pemerintah, bukan sepenuhnya terbentuk melalui mekanisme pasar.

Menurutnya, persepsi bahwa Indonesia mampu menyediakan mekanisme price discovery yang adil (fair) dan tanpa intervensi pemerintah menjadi krusial untuk membangun kepercayaan pelaku pasar.

Dipo juga mengingatkan bahwa kepastian hukum, tata kelola, dan likuiditas merupakan kunci untuk membentuk benchmark yang dapat diterima di pasar internasional.

BMKS, imbuh dia, juga harus menjamin mekanisme penyelesaian sengketa kontrak yang adil bagi seluruh pihak.

Indonesia sebenarnya sudah memiliki bursa komoditas seperti Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) dan Jakarta Futures Exchange (JFX).

Namun, Dipo menilai keduanya belum sepenuhnya dipercaya atau digunakan secara luas oleh pelaku pasar, antara lain karena tantangan pada aspek kepastian hukum, tata kelola, dan likuiditas.

Untuk bergeser dari price taker menjadi price maker, integritas institusi dipandang menjadi salah satu faktor paling krusial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Wali Kota dan Wakil Wali Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.